Posts

Showing posts from December, 2013

Tiga Jam Lebih Madura Dilanda Macet

Kemacetan terjadi di jalur Sampang-Surabaya dan sebaliknya, Minggu (29/12/2013). Kemacetan dipicu perbaikan jalan nasional di wilayah Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura. Perbaikan jalan terdiri dari peninggian badan jalan dan pengaspalan jalan. Beberapa alat berat di pinggir jalan juga mengganggu kelancaran kendaraan dari dua arah. Dari arah timur kemacetan mulai dari depan Polsek Blega sampai ke ujung barat Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan. Subaidi, sopir mobil pengangkut umum (MPU) asal Desa Lombang Daja, Bangkalan, mengatakan, dirinya sudah antre dua jam lebih.  "Kemacetan dimulai pukul 14.00. Sampai 15.30 wib belum ada tanda-tanda kendaraan terurai. Tidak ada pengaturan kendaraan dari dua arah sehingga macet total dan kendaraan tidak bisa bergerah," kata Subaidi. Pemicu kemacetan lainnya yakni tidak tertibnya kendaraan. Ada yang menerobos lajur jalan dari arah berlawanan. Sementara dari arah berlawanan juga melaju kendaraan hendak menuju Surabaya. ...

Sang Penjaga Budaya Betawi ...

Tanpa mereka, harta karun turun-temurun tak ada gunanya. Tanpa mereka, manusia akan dikenang sebagai durhaka. Tanpa mereka, nilai-nilai luhur kehidupan tidak terjaga dan tanpa mereka, kebudayaan Betawi dapat saja sirna. Usia senja dan tubuh yang tak lagi prima, para penjaga bertahan dari serbuan budaya modern. Berusaha menggantikan nilai-nilai lama yang dianggap usang. Letih kadang mendera, bosan kadang melanda. Namun nasib sudah tertulis, nilai dan budaya harus dijaga. Menyandang status sebagai Ibu Kota telah menjadi beban tersendiri. Bagaimana mungkin etalase negara Republik Indonesia tak punya identitas? Di tengah derap langkah pembangunan kota, mereka pun tidak kenal lelah menjaga dan melestarikan harta nenek moyang. Jawara yang Rendah Hati Pukul serta tendang, adalah aksi favoritnya. Entah sudah berapa puluh orang takluk di tangannya. Tapi justru karena hal itu yang membuat pria bernama Hj Sanusi atau yang akrab disapa Babeh Uci, menjadi guru dari 10 ribu murid serta m...

Jokowi Tanggapi Ridwan Saidi: Biasalah, Setiap Hari Banyak yang "Nyerang"

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menganggap enteng serangan yang dilontarkan budayawan asal Betawi, Ridwan Saidi. Ridwan menyebut Jakarta selama dipimpin Joko Widodo semakin tak teratur serta semakin acak-acakan. "Biasalah, setiap hari banyak yang menyerang seperti itu," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2013) siang. Jokowi mengaku tak mau ambil pusing dengan penilaian pihak lain atas kinerjanya. Yang penting, lanjut Jokowi, dirinya melaksanakan tugas dengan baik sekaligus hasil kerjanya terukur dengan baik. "Mau positif, mau negatif, silakan saja. Saya itu kerja," ujarnya. Ridwan Saidi menilai kerja Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta masih berantakan. Tanpa menjelaskan lebih detail maksud ucapannya, Ridwan mengatakan, pekerjaan kedua tokoh itu lebih buruk dibanding era Fauzi Bowo. "Lebih buruk dan lebih hancur dalam sejarah Indonesia. Acak-acakan ini Jakarta," ujarnya seusai menjadi pembicara di dalam diskus...

Ada Serangan Bom Bunuh Diri, Rusia Janji Tingkatkan Keamanan Jelang Olimpiade Sochi

Aksi bom bunuh diri oleh seorang perempuan di stasiun kereta api Volgograd, Rusia, Minggu (29/12/2013), menewaskan 16 orang. Rusia menyatakan peningkatan keamanan di seluruh stasiun dan bandara utama di negara itu. "Langkah-langkah ini melibatkan polisi dalam jumlah lebih besar dan pemeriksaan penumpang yang lebih rinci (di stasiun dan bandara)," kata seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia kepada kantor berita Interfax. Pemerintah Rusia telah berulang kali berjanji akan mengambil tindakan pengamanan tertinggi di Sochi dan sekitarnya. Sochi akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada 7 sampai 23 Februari 2014. Sochi berjarak 690 kilometer dari Volgograd, dulu bernama Stalingrad. Serangan bom bunuh diri oleh perempuan yang dikenal di Rusia sebagai "janda hitam" telah kerap terjadi selama 14 tahun pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Pada Maret 2010, misalnya, aksi bom bunuh diri menewaskan lebih dari 35 orang di Stasiun Metro Moskwa. ...

Israel Punya RUU untuk Caplok Wilayah Permukiman Yahudi di Lembah Jordan

Komite Menteri Urusan Peraturan Israel, Minggu (29/12/2013), mengesahkan rancangan undang-undang untuk mencaplok wilayah Palestina di Lembah Jordan. Lokasi yang sudah diisi dengan bangunan permukiman yahudi itu akan resmi menjadi wilayah Israel dengan RUU ini. Meski masih membutuhkan persetujuan Knesset, parlemen Israel, RUU tersebut jelas bertentangan dengan pengaturan Lembah Jordan yang diusulkan Amerika Serikat. RUU tersebut juga menjadi ancaman gagalnya perundingan Israel dan Palestina, hanya satu pekan sebelum kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry ke Jerusalem untuk membahas persiapan lanjutan pembicaran damai. Namun, Tzipi Livni, ketua komite yang juga memimpin tim perunding Israel untuk pembicaraan dengan Palestina, mengatakan RUU ini sangat tak bertanggung jawab. "RUU tersebut akan membahayakan dan mengucilkan Israel," ujar Livni. Perempuan ini pun mengatakan bakal mengajukan banding atas keputusan tersebut. RUU itu diajukan oleh an...

Anggaran Berobat ke Luar Negeri untuk Pejabat Itu Menyakiti Rakyat

Pemerintah dinilai tidak konsisten dalam menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang mulai diterapkan tahun 2014. Alih-alih membereskan sejumlah hal yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah mempersiapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pemerintah justru mengeluarkan Peraturan Presiden yang memberikan keluasaan bagi pejabat dan keluargnya untuk berobat gratis ke luar negeri. Pengobatan gratis ke luar negeri bagi pejabat dan keluarganya tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 105 dan 106 tahun 2013. "Ini sungguh menyakitkan bagi rakyat," ujar Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka dalam siaran pers, Sabtu (28/12/2013). Menurut Rieke, pemerintah tidak pro pada rakyat miskin. Selain penerbitan Perpres, Rieke menyebutkan alokasi anggaran bagi masyarakat miskin tak mampu hanya Rp 19.225 per orang per bulan. Pemerintah SBY, kata Rieke, juga bersikeras penerima jaminan kesehatan 2014 yang ditangg...