Iklan

Thursday, 11 April 2013

contoh kasus amortisasi


  • Amortisasi hak paten
PT. Adil mengeluarkan tunai untuk hak patent atas suatu penemuan baru pembuatan produk sebesar Rp. 6 juta. Taksiran umur patent 15 th. Patent diperoleh pada tanggal 1 April  1995
Jawab :
Untuk mencatat perolehan hak patent:
(D) Patent           Rp. 6 juta
(K) Kas  Rp. 6 juta

Besarnya beban amortisasi patent 1995:
Umur patent 15 th (15 * 12 = 180 bln)
Selama 1995: 1 April – 31 Desember = 9 bulan
(9/180) * Rp. 6 juta = Rp. 300.000

Penyesuaian amortisasi patent 31/12 ’95:
(D) Beban amortisasi                      Rp. 300.000
(K) Patent                                            Rp. 300.000

  • Amortisasi hak cipta
Tgl 1 juli ‘95, Arnold memperoleh hak cipta. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk penyusunan karangan, pendaftaran dan hak memperoleh hak cipta tersebut sebesar Rp. 5.400.000. Menurut taksiran hasil penjualan karangan, taksiran umur hak cipta 9 th.
Jawab :
Jurnal untuk mencatat harga perolehan:
(D) Hak cipta                       Rp. 5.400.000
(K) Kas                  Rp. 5.400.000

mencatat besarnya amortisasi/th:
(5.400.000/9) * Rp 1 = Rp. 600.000
mencatat besarnya amortisasi th’95:
1 juli – 31 Desember (6 bln)
(6/12) * 600.000 = Rp. 300.000

Jurnal mencatat penyesuaian 31/12’95:
(D) Amortisasi hak cipta Rp. 300.000
(K) Hak cipta                                       Rp. 300.000

 
  • Perhitungan amortisasi berdasarkan tarif
PT. Asti Jaya pada tanggal 4 November 2001 mengeluarkan uang sebanyak Rp. 100 Juta untuk memperoleh hak lisensi dari Phoenixcycle Ltd selama 4 tahun untuk memproduksi sepeda Phoenix. Penghitungan amortisasi atas hak lisensi tersebut adalah
Metode garis lurus
Amortisasi tahun 2001 adalah 25 % x Rp. 100 Juta = Rp. 25 Juta
Amortisasi tahun 2002 adalah 25 % x Rp. 100 Juta = Rp. 25 Juta
Amortisasi tahun 2003 adalah 25 % x Rp. 100 Juta = Rp. 25 Juta
Amortisasi tahun 2004 adalah 25 % x Rp. 100 Juta = Rp. 25 Juta
Metode saldo menurun.
Amortisasi tahun 2001 adalah 50 % x Rp. 100 Juta = Rp. 50 Juta
Amortisasi tahun 2002 adalah 50 % x (`Rp. 100 Juta – Rp. 50 Juta ) 50 % x Rp. 50 Juta = Rp. 25 Juta
Amortisasi tahun 2003 adalah 50 % x ( Rp. 50 Juta – Rp. 25 Juta ) 50 % x Rp. 25 Juta = Rp. 12,5 Juta
Amortisasi tahun 2004 adalah karena tahun 2004 merupakan akhir masa manfaat, maka pada tahun 2004 seluruh sisa nilai buku diamortisasikan sekaligus sehingga tahun 2004 adalah Rp. 25 Juta – Rp. 12,5 Juta = Rp. 12,5 Juta
  • Perhitungan amortisasi satuan
Pada tahun 2001 PT. Dira Oil mengeluarkan uangnya sebesar Rp. 1.000.000.000,- untuk me nambangan minyak bumi. Kandungan minyak bumi ditaksir 5.000.000 barel. Produksi minyak bumi tahun 2002 mencapai 1.500.000 barel. Besarnya amortisasi untuk tahun 2002 adalah :
Tarif amortisasi = ( realisasi penambangan : taksiran kandungan ) x 100 %
= ( 1.500.000 : 5.000.000 ) x 100 % = 30 %
Amortisasi 2002 = 30 % x Rp. 1.000.000.000,- = Rp. 300.000.000,-

analisis :
Seandainya jumlah produksi yang sebenarnya lebih kecil dari yang diperkirakan, sehingga masih terdapat sisa pengeluaran yang belum diamortisasikan, maka atas sias tersebut boleh dibebankan sekaligus dalam tahun pajak yang bersangkutan

  • PT. Dira Wood pada tahun 2002 mengeluarkan uang sebesar Rp. 1.000.000.000,- untuk memperoleh hak pengusahaan hutan. Potensi hak pengusahaan hutan adalah 20.000.000 ton. Jumlah produksi pada tahun 2002 adalah sebesar 8.000.000 ton.
    Jumlah yang diamortisasikan dengan persentase satuan produksi yang direalisasikan dalam tahun 2002 adalah
          sebesar : = ( 8.000.000 : 20.000.000 ) ton x Rp. 1.000.000.000,-
              = 40 % x Rp. 1.000.000.000,- = Rp. 400.000.000,-
             Jumlah yang boleh diamortisasi maksimum adalah 20 % dari pengeluaran, maka amortisasi yang   

             diperkenankan hanyalah

2 comments:

Fitria Handayani said...

berarti kalo amortisasi hak merek juga sama ya perhitungannya seperti yg diatas. nah kalo nilai buku berarti hp-akum. amortisasinya yaa ? terimakasih

Rahmat Suharjana said...

selamat malam ms. fitria handayani
maaf kami baru balas
untuk perhitungan hak merek iyah sama
untuk nilai buku benar sekali yaitu harga perolehan - akumulasi ( depresiasi )
saya sarankan ms fitrian handayani untuk klik link ini :
http://rahmatsuharjana.blogspot.com/2013/08/metode-kauntitatif-dalam-ekonomi.html