Iklan

Monday, 7 November 2011

perbandingan windows dan linux


·         Perbandingan windows dengan linux
Kelebihan Linux itu :

1. Membutuhkan sumberdaya hardware yang sedikit dibanding MS.

Windows Untuk menjalankan Linux (dengan X-Windows), komputer Anda cukup menggunakan prosesor setara Intel Pentium 100 (Pentium klasik!) dengan memori 32 MB. Dan itu sudah cukup untuk menjalankan X-Windows beserta aplikasi perkantoran seperti StarOffice.

2. Tingkat kemanan lebih tinggi. (cool)
Linux memiliki hak akses yang dapat diatur oleh administrator Linux tersebut. Jadi, data yang ada pada PC Linux bisa dijaga dari tangan jahil yang ingin melihat data Anda. Selain itu, Linux mengharuskan login terlebih dahulu jika ingin masuk ke dalam sistemnya. Berbeda dengan MS Windows 9.x/Me yang membolehkan siapa saja masuk ke dalam sistemnya.

3. Relatif lebih kebal terhadap virus (hari gene masih main pirus)
Mungkin inilah yang disukai oleh para pengguna Linux. Sistem berbasis UNIX telah dikenal lebih kebal terhadap virus komputer (kecuali saat ini telah ada virus yang merusak, namun itu sangat sedikit sekali jumlahnya dan bisa dibasmi dengan antivirus Linux). Jika ada virus yang telah diprogram untuk merusak sistem MS Windows, hal ini tidak dapat dilakukan olehnya pada Linux. Karena keduanya memiliki kernel yang berbeda.

4. Tampilan desktop yang variatif (ada apinya coy).
Anda dapat membuat tampilan desktop yang variatif, yang sulit sekali untuk dilakukan pada MS Windows.
Jangan heran jika Anda akan melihat tampilan desktop Linux teman Anda berbeda jauh 180 derajat dengan tampilan desktop Linux yang lainnya. Keuntungannya, Anda dapat mengkostumisasi menu dan akses ke file untuk memudahkan pekerjaan Anda. Disamping itu, pengguna awam yang ingin mengutak-atik Linux Anda pun paling-paling hanya bengong melihat desktop rancangan Anda, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan desktop tersebut.

5. Harga murah (modal FD/HD)
Anda dapat meng-copy Linux dengan meminjam CD installation-nya dari teman Anda, bahkan Anda dapat mengcopy CD Linux dengan hanya membayar biaya copy . Bayangkan jika Anda harus membeli MS Windows yang seharga $100 ke atas (bil gates mau cepat naik haji

6. Lebih Stabil (maknyos)

Linux memiliki kernel yang stabil. Dia dapat berjalan 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa harus restart. Ini yang membuat Linux menjadi unggul jika dibandingkan dengan MS Windows yang kadang minimal dalam satu hari kita harus me-restart ulang untuk menyegarkannya, Sehingga tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar server dunia yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server dunia yang menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai 25,7 % (dapat dibaca di eweek.com).



7. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty).
Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Komputer-komputer yang lama ini tidak perlu dibuang dan masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu dengan menggunakan Linux (sebagai penunjang informasi dapat membaca artikel Dont Throw That Old PC AwayGive It New Life with Linux). Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat keras. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu, telah dirilis Windows Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam Windows Vista tidak dapat dibuka dalam Windows XP. Sehingga, mau tidak mau, kita harus beralih ke Windows Vista, dan itu berarti meng-upgrade atau membeli perangkat keras (hardware) baru yang lebih bagus (perangkat keras minimum Windows Vista dapat dilihat Microsoft.com). Atau, bisa jadi ada aplikasi-aplikasi yang dibuat beberapa tahun yang lalu tidak dapat dibuka lagi di Windows Vista, karena sudah tidak didukung lagi oleh Microsoft.


Kelebihan Windows itu:

1. GUI yang familiar.

Graphical User Interface yang memudahkan pengguna dalam mengoperasikan system operasi ini. Desktop environment MS Windows tentu sudah tidak asing lagi bagi Anda. Maka dari itu, secara alamiah kita sudah dibuat satu keluarga dengan MS Windows.

2. Dukungan driver yang lebih banyak.

MS Windows memiliki dukungan driver hardware yang lebih banyak dibandingkan Linux. Walaupun dalam Linux telah mulai banyak vendor yang membuat driver untuknya, namun tetap saat ini lebih banyak dukungan driver dan mudah menginstal driver hardware pada MS Windows.

3. Banyak aplikasi berbasis MS Windows.

Anda mungkin - dan bahkan mungkin sempat bingung - memilih aplikasi mana yang akan diinstal pada komputer yang menggunakan MS Windows, karena banyaknya aplikasi yang dapat berjalan di MS Windows. Selain itu, lebih mudah untuk menginstal aplikasi pada MS Windows dibandingkan pada Linux, yang terkadang harus di-configure terlebih dahulu. Ini menentukan kecepatan dari pekerjaan Anda. Jangan sampai waktu Anda untuk menyelesaikan pekerjaan terbuang hanya karena bingung menginstal sebuah aplikasi pada Linux.
Kekurangan dari Sistem operasi ini adalah:

Kelemahan linux itu:

1. Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih Windows minded.
Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan (kan ada BLC) atau edukasi kepada pengguna agar mulai terbiasa dengan Linux.



2. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau LinuxHardware.org.

3. Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows (belajar Bareng ma BLC aja). Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.

4. Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar (belajar Bareng ma BLC aja).

Kelemahan windows itu :

1. Harga yang mahal(bil gates mau naik haji hihihi)
Anda harus mengeluarkan uang sekitar $100 atau lebih untuk membeli sistem operasi MS Windows.
Ini jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan memiliki Linux yang lengkap dengan aplikasi pendukungnya.

2. Rentan virus dan hacking
MS Windows telah dikenal banyak memiliki bug yang menyebabkan orang lain yang tidak berhak dapat masuk ke dalam komputer Anda dan mengacak-acak isi dokumen Anda.
Disamping itu, banyak virus komputer yang menyerang sistem operasi ini. Anda harus perhitungkan hal tersebut di atas.

3. Tidak ada sistem keamanan yang tangguh
Kecuali MS Windows 2000 dan XP, pada MS Windows 9.x/Me, hampir tidak memiliki sistem keamanan yang dapat membuat komputer Anda aman dari tangan-tangan jahil, kecuali jika Anda menginstal software third party untuk sistem keamanan data Anda, dan itupun Anda harus mengeluarkan kocek lagi untuk membelinya. Jika Anda menggunakan sistem berbasis NT, maka Anda dapat membuat sistem keamanan yang tangguh (walaupun masih bisa di-hack). Namun untuk memiliki Windows 2000, Anda harus mengeluarkan kocek diatas $500 dan spesifikasi komputer yang lebih tinggi.

4. Sistem yang kurang stabil
Pada MS Windows (kecuali MS Windows 2000 yang lebih baik dibandingkan Win 9.x/Me), semakin banyak aplikasi yang Anda instal dan semakin banyak hardware yang tertancap di komputer Anda, maka kemungkinan besar akan terjadi konflik, baik konflik antar hardware atau software maupun konflik antara software dengan hardware. Hal ini dapat mengganggu pekerjaan Anda, terlebih lagi jika Windows Anda ngadat karena hal ini, pekerjaan Anda akan terganggu.




*    PERBEDAAN MENDASAR ANTARA WINDOWS, dan LINUX  *
Dari Segi Penggunaan:
  1. WINDOWS       : Biasanya digunakan untuk pekerjaan umum seperti pembuatan laporan atau unutk pengerjaan tugas pelajar OS windows paling banyak penggunanya dibandingkan OS lainnya, dikarenakan Windows sudah familiar dikalangan pelajar dan pekerja. Selain itu interface di Windows juga memudahkan penggunanya untuk mengoperasikannya.
  2. LINUX              : Biasanya digunakan untuk sistem administrator, hal ini dikarenakan Linux sangat tahan terhadap serangan virus dan juga sourcecodenya dapat dengan mudah dirubah dan ditambah. Hal ini dapat dilakukan karena linux opensource.
Dari Segi Harga :
  1. WINDOWS     : Untuk masalah harga OS Windows cukup mahal akan tetapi karena kebutuhan dan karena user friendly OS Windows sangat laris dipasaran. Karena banyak pengguna dan harga yang relatif mahal OS Windows banyak yang membajak. Hal ini sebenarnya sangat merugikan karena untuk mengembangkan OS sendiri membutuhkan biaya yang mahal pula.
  2. LINUX            : Dari segi harga OS Linux sangat terjangkau karena Linux opensource jadi biaya yang dibutuhkan hanya biaya akses internet untuk mendownload OS Linux tersebut. Walaupun opensource dari segi tampilan Linux tidak kalah dari OS Windows maupun MAC OS. Bahkan saat ini pennguna Linux hampir mendekati jumlah pemakai Windows.
Dari segi ketahanan :
  1. WINDOWS      : Untuk masalah serangan virus OS Windows sangat rentan terhadap serangan virus. Dikarenakan pengguna Windows sangat banyak dan banyak yang ingin mencoba untuk mencari celah keamanan dalam sistem operasi Windows. Berdasarkan survey pada tahun 2009 telah ditemukan sebanyak 39% celah keamanan OS Windows kritis dan sangat rentan terhadap serangan hacker.
  2. LINUX             : Walaupun Linux sangat tahan terhadap serangan virus bukan berarti tidak memiliki celah keamanan dalam sistem operasinya, karena berdasarkan hasil survey pada tahun 2009 ditemukan celah keamanan pada Sistem Operasi Linux sebesar 14%. Mungkin dengan seiring bertambah banyaknya pengguna Linux akan bertambah pula Hacker yang mencoba untuk mencari celah keamanan pada Sistem Operasi ini.






  • Persamaan & Perbedaan Windows dan Linux
Windows dan Linux
Ada banyak persamaan dan ada pula banyak perbedaan antara Linux dan Windows. Mari kita lihat beberapa perbedaan yang ada di Linux dan Windows.
User Interface
Di Windows, Anda tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan.


Di Linux, Anda bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Anda sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja Anda. Sebagai misal, pada komputer yang lambat Anda bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox.
Atau jika Anda menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Anda terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Anda bisa memilih desktop KDE.
Dengan KDE, Anda masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista.
Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Anda bisa mengatur sesuai dengan favorit Anda.
Sekuriti dan Virus
Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar.
Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV.
Spyware
Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Anda ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing.
Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya.
Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem Anda dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.

BAGIAN II
Instalasi dan Kelengkapan Program
Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.
Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux disertai dengan banyak program didalamnya. Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program.
Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.
Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Anda bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.
Konfigurasi Sistem
Anda mungkin sering mendengar di Linux Anda perlu menyunting file secara manual melalui command line. Sebagian berita ini benar, tetapi dengan PCLINUX Control Center konfigurasi sistem bisa Anda lakukan semudah point n click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya.
Hardware Support
Anda sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.
Menangani Crash
Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika Anda membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Windows XP – jika Anda mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik – akan cukup stabil.
Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat Anda juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer.
Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan Anda dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah.
Dan jika sistem grafis yang terkunci, Anda bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Anda juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti Anda tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.



BAGIAN III
Partisi Harddisk
Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk Anda mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk.
Belakangan KDE telah memperudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror.
Penamaan File
Linux menggunakan “/” untuk memisahkan folder dan bukannya “\” yang biasa digunakan DOS/Windows. Linux bersifat case-sensitive, ini berarti file “Hello.txt” berbeda dengan file “hello.txt”. Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika Anda mengubah nama file “Hello.txt” menjadi “Hello”, Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika Anda mengklik file “Hello”, Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks.
Kemudahan dan Keamanan
Anda mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) Anda tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, Anda tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya Anda tidak banyak mendengar adanya virus di Linux.
PENTING !!! PENTING !!! PENTING !!!
Itu sebabnya di Linux, Anda tidak disarankan menggunakan user Root untuk keperluan sehari-hari. Buatlah minimal 1 user untuk setiap komputer dan hanya pergunakan Root untuk keperluan administrasi sistem.
Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.
Defragment
Di Linux Anda tidak akan menemukan program untuk men-defrag harddisk. Anda tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani ini secara otomatis. Namun jika harddisk Anda sudah terisi sampai 99% Anda akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan Anda tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi.
Sistem File
Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Anda bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.
Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu tehnik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.
Style Windows Vista di Linux
Ada beberapa aspek di Windows Vista bisa Anda tampilkan di Linux, seperti gadget, aero, menu Vista, dan 3D Desktop. PCLinux menyediakan tool untuk menampilkan gadget, aero dan menu Vista. Untuk 3D Desktop, PCLinux saat ini hanya menyediakan versi demonya (untuk pengguna nVidia).
Gadget / Karamba
Konsep gadget sudah dikenal cukup lama di Linux sebagai Karamba.
Gadget atau karamba adalah suatu program kecil yang dijalankan di desktop. Gadget diaktifkan melalui menu Applications > Accessories > SuperKaramba. Jika sudah aktif, SuperKaramba akan muncul di tray pada panel dalam bentuk icon bulat berwarna biru.
PCLinux menyediakan berbagai gadet, seperti Calendar, Aero Clock, Info System, Photo Slideshow. RSS SideBar dan Weather / Info Cuaca. Untuk menampilkan gadget ini di desktop, Anda cukup melakukannya dengan cara mengklik icon SuperKaramba di tray panel. Pilihlah gadget yang tersedia untuk ditampilkan di desktop.
Aero
Aero menonjolkan konsep transparansi. Secara default Anda sudah bisa menikmati konsep ini pada setiap jendela program yang muncul di layar. Anda akan melihat sisi atau border jendela yang tembus pandang dan menampilkan gambar dari background. Efek transparansi ini tetap terlihat sewaktu Anda memindahkan atau menggeser jendela program ke tempat lain. Tampilan gambar background akan mengikuti posisi dimana jendela program diletakkan.
Menu Vista
KBFX menyediakan menu ala Windows Vista. Secara default menu Vista tidak ditampilkan di PCLinux. Anda bisa mengaktifkannya dengan cara mengklik kanan area kosong pada taskbar panel dan kemudian pilihlan Add Applet to Panel. Tariklah scrollbar ke bawah dan pilih KBFX Spinx untuk mengaktifkan menu ala Windows Vista

·         Perbandingan Linux-Windows

Kemudahan: ada anggapan umum bahwa Windows lebih mudah dari Linux, tetapi hasil penelitian di Jerman menunjukkan bahwa selisih tingkat kemudahan sangat kecil dan harus diperhitungkan apakah pemakai merasa mudah sebenarnya karena sudah familiar di salah satu sistem. Perlu diamati juga, desktop manager yang mana yang dianggap mudah.
Biaya kepemilikan (Total Cost Ownership). Sejumlah komponen yang harus dibayar untuk memiliki komputer berbasis Windows maupun Linux.
  1. Lisensi software sistem operasi: Windows 98, Windows 2000, Windows XP. Sebagian besar distro Linux dapat digunakan secara gratis. Beberapa distro harus membayar: 60-80 USD.
  2. Lisensi software aplikasi: Microsoft Office, Adope Photoshop, …
  3. Software pendukung: antivirus, zip manager, windows commander … Sebagian besar sotware ini tersedia free di lingkungan Linux
  4. Hardware requirement: meningkat pesat. Microsoft mengasumsikan bahwa lebih murah memenuhi kebutuhan hardware daripada kehilangan fitur kemudahan.
  5. Biaya pelatihan untuk Windows umumnya tidak diperlukan dengan asumsi pemakai dapat belajar sendiri karena komunitas juga menggunakan Windows. Beralih ke Linux memerlukan biaya untuk pelatihan dan sosialisasi karena lingkungan belum mendukung. Versi windows berikutnya mungkin perlu pelatihan pemakai supaya dapat langsung bekerja secara efektif.


  1. Biaya operasional. Pada tahap awal, sekitar 2 tahun ke depan, sistem berbasis Linux memerlukan dukungan teknis yang lebih baik dibandingkan sistem berbasis windows. Hal ini dapat dikurangi dengan mengalihkan sebisa mungkin aplikasi desktop ke aplikasi berbasis web.
  2. Penghargaan lebih baik kepada mereka yang bisa menggunakan Linux sudah diakui.
Perkiraan oleh cybersource (cyber.com.au) atas biaya kepemilikan sebuah perusahaan model dengan 250 komputer karyawan dengan proyeksi 3 tahun ke depan, menunjukkan bahwa untuk sistem berbasis windows memerlukan biaya sebesar USD 1.018.010,5  dan untuk sistem Linux sebesar USD 766.616,95 atau penghematan sebesar 25%.
Standard file format. Format file untuk aplikasi perkantoran saat ini kebanyakan menggunakan standar dari microsoft office. Meskipun banyak kelemahan pada format file ini, tetapi sangat banyak pengguna interent yang mempertukarkan file dengan format ini. OpenOffice dan StarOffice sudah mendukung format file ini, tetapi mungkin akan ditemukan beberapa hal yang tidak kompatibel.
Hardware compatibility. Meskipun makin banyak vendor hardware yang menyediakan driver untuk sistem Linux, tetapi mungkin akan ada sejumlah hardware lama yang belum didukung. Hardware seperti ini mungkin lebih baik diganti daripada menghabiskan waktu untuk mencari atau membangun driver pendukungnya.
Network. Tren protokol jaringan adalah TCP/IP atau pengembangannya yang semuanya dari awal dirancang dalam sistem berbasis UNIX seperti BSD dan Linux. Protocol jaringan lainnya, sangat jarang digunakan, mungkin tidak berkembang lagi. Beberapa layanan jaringan Windows yang banyak digunakan: file sharing (file server) dan print server, keduanya dapat berjalan di Linux dengan samba server.
Application Portability. De fakto, aplikasi yang dibangun dalam basis UNIX dapat berjalan di BSD dan Linux (begitu pula sebaliknya) tanpa perubahan yang signifikan. Aplikasi Windows tidak dapat berjalan begitu saja dalam lingkungan Linux dan sebaliknya. Ada beberapa emulator untuk itu, tetapi mungkin masih harus dikaji satu per satu.

Metode Migrasi

Seandainya dipilih untuk migrasi ke sistem Linux, berikut ini tips yang patut diperhatikan:
  1. Don't migrate everything at once. Migrasi diawali dari server NT (Windows 2000) karena melibatkan sedikit orang pengelola. Kemudian konsentrasi pada workstation. Pindahkan terebih dahulu layanan server yang sudah pasti didukung seperti web, database, dan file/printer. Selesaikan dulu masalah-masalah yang muncul dari sistem ini, kemudian beralih pada kasus-kasus desktop workstation.
  2. Identifikasi data yang tersimpan di user: email, callendaring/scheduling, file perkantoran. Disarankan untuk mengumpulkan data tersebut dalam server (file server) yang juga dapat diakses melalui web sehingga pemakai tidak tergantung pada workstation tempat mereka bekerja.
  3. Identifikasi data yang tersimpan di server, mencakup database user, group, hak akses, backup, dan server logs.
  4. Mendaftar client software. Mungkin beberapa aplikasi dapat dipindahkan ke dalam aplikasi berbasis web. Pastikan aplikasi-aplikasi apa saja yang tidak didukung oleh Linux.
  5. Mendaftar semua protocol jaringan yang digunakan. Kebanyakan protocol jaringan Microsoft adalah protocol yang dibuat oleh perusahaan lain, yang sudah didukung oleh Linux tetapi dengan nama/ istilah yang berbeda.
  6. Use fewer, more open, protocols. Semakin banyak protocol yang digunakan dalam jaringan semakin banyak beban yang ada dalam jaringan. Meskipun “open” sulit untuk didefinisikan, tetapi dapat dipastikan bahwa jika setiap bagian protokol didokumentasikan dan ada impelementasi yang free, maka akan ada kesempatan untuk menjadi “open”. Protocol “open” dapat ditemukan dalam dokumen Internet RFC.
  7. Jaringan di UNPAR hanya menggunakan protocol TCP/IP dan IPX yang baku dan didukung oleh Linux. Sayangnya, aplikasi Sistem Informasi yang dikembangkan hanya dapat berjalan dalam lingkungan MS-DOS yang spesifik dan tidak dapat berjalan dalam FreeDOS.
  8. Mendaftar aplikasi yang tidak ada dalam lingkungan Linux. Mungkin ada aplikasi lain yang fungsinya sepadan, tetapi mungkin memang tidak tergantikan. Namun bukan alasan untuk meminimalisir kebutuhan Windows yang harus tersedia. Disarankan untuk menggunakan dua sistem (dual boot) pada komputer-komputer seperti ini.

·         Perbandingan microsoft word (windows) dan linux
Perbandingan Windows dan Linux (dua sistem operasi komputer) telah menjadi topik sebagai bahan diskusi diantara para pengguna. Windows merupakan sistem operasi yang banyak dikenal orang dan merupakan software legal (memiliki license), sedangkan Linux merupakan sistem operasi yang bisa didapatkan secara bebas (tanpa license). Dua sistem operasi ini bersaing untuk penggunaan personal computer market sebagai server market, dan digunakan pada kantor pemerintahan, sekolah, kantor, rumah, intranet dan internet servers [1].
1.JPG
Standard Linux Solution vs. Microsoft Solution [2]
Perbedaan antara Windows dan Linux dari keuntungan yang bisa didapat pada:
Hardware dan infrastruktur yang telah digunakan sampai saat iniPembelian hardware dan infrastruktur baru
2.JPG
Bila dilihat dari table, didapatkan kesimpulan bahwa Microsoft memiliki keuntungan lebih banyak daripada Linux Standard. Dimana Microsoft mendapatkan keuntungan sebesar 36% sedangkan Linux sebesar 26%

Perbedaan antara Windows dan Linux dari keuntungan yang bisa didapat pada perbendiangan harga produk.

Bisa disimpulkan bahwa apabila kita menginginkan produk OpenOffice dari Linux, maka kita bisa mendapatkannya secara gratis. Sedangkan bila kita menginginkan produk Microsoft Office Standard, maka kita perlu mengeluarkan biaya sebesar $399,00.
Daftar Hardware, Software dan Biaya Operasional
3.JPG
4.JPG
Pada daftar hardware antara Windows dan Linux (standard), tidak ada perbedaan biaya. Sedangkan untuk software, Windows membutuhkan biaya yang lebih besar bila dibandingkan dengan Linux (standard).
Pada biaya operasional, Linux (standard), beberapa bagian diperlukan biaya yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan Windows.
Diantaranya: Gaji staff, biaya konsultan.
Penggunaan Microsoft Word dan OpenOffice.org Writer memiliki perbedaan, diantaranya [3]:
5.JPG

6.JPG









·         perbedaan antara Windows dan Linux.

User Interface
Di Windows, Anda tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan.

Di Linux, Anda bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Anda sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja Anda. Sebagai misal, pada komputer yang lambat Anda bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox.

Atau jika Anda menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Anda terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Anda bisa memilih desktop KDE.

Dengan KDE, Anda masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista.
Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Anda bisa mengatur sesuai dengan favorit Anda.

Sekuriti dan Virus
Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Karena terlalu banyaknya masalah keamanan di Windows, bukan tidak mengherankan jika kemudian justru muncul olokan untuk nama Windows Vista, yang dipanjangkan menjadi VIrus, Spyware, Trojan dan Adware.

Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar.

Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV.

Spyware
Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Anda ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing.
Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya.

Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem Anda dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.

Instalasi dan Kelengkapan Program
Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.

Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux didistribusikan dengan banyak program didalamnya (itu sebabnya dikenal istilah distro – dari kata distribusi – Linux). Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program.
Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.

Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Anda bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.

Konfigurasi Sistem
Windows dikenal kemudahan dalam pemakaiannya, karena hampir semua hal bisa dilakukan dengan sistem point n’ click yang sudah berbasis grafis,

Di Linux, Anda mungkin sering mendengar perlunya mempelajari perintah-perintah secara manual di command line. Sebagian berita ini benar, tetapi belakangan Linux sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga hampir semua hal juga bisa anda lakukan sama mudahnya seperti di Windows.

Dengan PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa Anda lakukan semudah point n click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya.

Hardware Support
Di Windows, biasanya Anda tidak pernah mendengar masalah hardwre, karena hampir semua hardware yang ada sudah menyertakan drivernya. Berbeda dengan di Linux dimana Anda mungkin sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.

Menangani Crash
Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika Anda membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Untuk Windows XP – jika Anda mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik – juga akan cukup stabil.

Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat Anda juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer.

Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan Anda dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah.

Dan jika sistem grafis yang terkunci, Anda bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Anda juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti Anda tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.

Partisi Harddisk
Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk Anda mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk.

Belakangan KDE telah mempermudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror.

Penamaan File
Linux menggunakan “/” untuk memisahkan folder dan bukannya “” yang biasa digunakan DOS/Windows. Linux bersifat case-sensitive, ini berarti file “Hello.txt” berbeda dengan file “hello.txt”. Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika Anda mengubah nama file “Hello.txt” menjadi “Hello”, Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika Anda mengklik file “Hello”, Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks.


Kemudahan dan Keamanan
Anda mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) Anda tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, Anda tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya Anda tidak banyak mendengar adanya virus di Linux.

Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.

Defrag
Di Windows, Anda mungkin sering menemui masalah menurunnya kecepatan Windows. Salah satu penyebab biasanya adalah file-file di harddisk yang sudah tidak tersusun rapi lagi. itu sebabnya Anda disarankan untuk menggunakan program Defrag.

Di Linux Anda tidak akan menemukan program untuk men-defrag harddisk. Anda tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani semuanya ini secara otomatis. Namun jika harddisk Anda sudah terisi sampai 99% Anda akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan Anda tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi.

Sistem File
Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Anda bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.

Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu tehnik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.




·         PERBANDINGAN LINUX DENGAN WINDOWS

Linux, Sumber Daya Lebih Sedikit

Linux telah menjadi alternatif sistem operasi yang mulai banyak digunakan oleh komputer rumahan.

Sistem operasi ini memiliki keunggulan diantaranya:

1.   Membutuhkan sumberdaya hardware yang sedikit dibanding MS Windows
Untuk menjalankan Linux (dengan X-Windows), komputer Anda cukup menggunakan prosesor setara Intel Pentium 100 (Pentium klasik!) dengan memori 32 MB. Dan itu sudah cukup untuk menjalankan X-Windows beserta aplikasi perkantoran seperti StarOffice. Pengalaman teman saya, pernah menginstall Linux Mandrake 7.0 yang lengkap dengan aplikasi StarOffice 5.0 dan MP3 Player pada PC Intel PentiumPro 200 dan memori 64 MB dengan kapasitas HDD 650 MB!.
2.   Tingkat keamanan lebih tinggi
Linux memiliki hak akses yang dapat diatur oleh administrator Linux tersebut. Jadi, data yang ada pada PC Linux bisa dijaga dari tangan jahil yang ingin melihat data Anda. Selain itu, Linux mengharuskan login terlebih dahulu jika ingin masuk ke dalam sistemnya. Berbeda dengan MS Windows 9.x/Me yang membolehkan siapa saja masuk ke dalam sistemnya.
3.   Relatif lebih kebal terhadap virus
Mungkin inilah yang disukai oleh para pengguna Linux. Sistem berbasis UNIX telah dikenal lebih kebal terhadap virus komputer (kecuali saat ini telah ada virus yang merusak, namun itu sangat sedikit sekali jumlahnya dan bisa dibasmi dengan antivirus Linux). Jika ada virus yang telah diprogram untuk merusak sistem MS Windows, hal ini tidak dapat dilakukan olehnya pada Linux. Karena keduanya memiliki kernel yang berbeda.
4.   Tampilan desktop yang variatif
Anda dapat membuat tampilan desktop yang variatif, yang sulit sekali untuk dilakukan pada MS Windows.
Jangan heran jika Anda akan melihat tampilan desktop Linux teman Anda berbeda jauh 180 derajat dengan tampilan desktop Linux yang lainnya. Keuntungannya, Anda dapat mengkostumisasi menu dan akses ke file untuk memudahkan pekerjaan Anda. Disamping itu, pengguna awam yang ingin mengutak-atik Linux Anda pun paling-paling hanya bengong melihat desktop rancangan Anda, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan desktop tersebut.
5.   Harga murah
Anda dapat meng-copy Linux dengan meminjam CD installation-nya dari teman Anda, bahkan Anda dapat mengcopy CD Linux dengan hanya membayar biaya copy. Bayangkan jika Anda harus membeli MS Windows yang seharga $100 ke atas. Ini tentunya akan sangat menekan biaya pengeluaran perusahaan Anda.


6.   Stabil
Linux memiliki kernel yang stabil. Dia dapat berjalan 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa harus restart. Ini yang membuat Linux menjadi unggul jika dibandingkan dengan MS Windows yang kadang minimal dalam satu hari kita harus me-restart ulang untuk menyegarkannya.

Namun dari keuntungan tersebut diatas, Linux pun memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan itu di antaranya:

1.   Sulit bagi pengguna awam untuk beradaptasi
Anda telah menggunakan MS Windows sejak tahun 1995 hingga kini? Maka Anda akan mengalami kesulitan saat mengoperasikan Linux. File System, Hirarki File, Hak Akses, Format File-nya sangat berbeda dengan MS Windows. Contohnya, Anda tidak akan menemukan file executable yang memiliki ekstension .exe, karena Linux tidak mengenal format file tersebut. Untuk itu, Anda harus mempelajari lagi sistem file pada Linux. Jika Anda pernah terjun dalam dunia UNIX, maka hal ini bukan menjadi masalah. Karena pada prinsipnya, Linux menggunakan format file yang sama dengan sistem UNIX.
Jika Anda ingin mempelajari hal ini, silahkan klik You are not allowed to view links. Register or Login, di dalamnya terdapat link untuk tutorial dasar file di Linux.
2.   Masalah kompabilitas aplikasi MS Windows
Apa maksudnya? Ini merupakan hal yang cukup mengganggu bagi para user yang berminat ingin pindah rumah ke Linux. Banyak aplikasi yang dapat berjalan pada sistem MS Windows yang tidak dapat dijalankan pada Linux. Tapi saat ini sudah ada aplikasi di Linux yang bisa menjalankan program MS Windows seperti VMWare. Aplikasi ini bersifat emulator dimana kita dapat menjalankan aplikasi berbasis MS Windows pada mesin Linux.

Microsoft Windows, Sistem Operasi Sejuta Umat

Sistem operasi ini tentu sudah tidak asing lagi bagi kita para pengguna komputer. MS Windows menjadi sistem operasi favorit karena tampilan Graphical User Interface (GUI) yang memudahkan pengguna untuk mengoperasikan sistem operasi ini. Apa saja keunggulan dan kelemahannya dibandingkan dengan Linux?

Kelebihan dari Sistem operasi ini adalah:

1.   GUI yang familiar
Desktop environment MS Windows tentu sudah tidak asing lagi bagi Anda.
2.   Dukungan driver yang lebih banyak
MS Windows memiliki dukungan driver hardware yang lebih banyak dibandingkan Linux. Walaupun dalam Linux telah mulai banyak vendor yang membuat driver untuknya, namun tetap saat ini lebih banyak dukungan driver dan mudah menginstal driver hardware pada MS Windows.

3.   Banyak aplikasi berbasis MS Windows
Anda mungkin - dan bahkan mungkin sempat bingung - memilih aplikasi mana yang akan diinstal pada komputer yang menggunakan MS Windows, karena banyaknya aplikasi yang dapat berjalan di MS Windows. Selain itu, lebih mudah untuk menginstal aplikasi pada MS Windows dibandingkan pada Linux, yang terkadang harus di-configure terlebih dahulu. Ini menentukan kecepatan dari pekerjaan Anda. Jangan sampai waktu Anda untuk menyelesaikan pekerjaan terbuang hanya karena bingung menginstal sebuah aplikasi pada Linux.

Kekurangan dari Sistem operasi ini adalah:

1.   Harga yang mahal
Anda harus mengeluarkan uang sekitar $100 atau lebih untuk membeli sistem operasi MS Windows. Ini jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan memiliki Linux yang lengkap dengan aplikasi pendukungnya.
2.   Rentan virus dan hacking
MS Windows telah dikenal banyak memiliki bug yang menyebabkan orang lain yang tidak berhak dapat masuk ke dalam komputer Anda dan mengacak-acak isi dokumen Anda.
Disamping itu, banyak virus komputer yang menyerang sistem operasi ini. Anda harus perhitungkan hal tersebut di atas.
3.   Tidak ada sistem keamanan yang tangguh
Kecuali MS Windows 2000 dan XP, pada MS Windows 9.x/Me, hampir tidak memiliki sistem keamanan yang dapat membuat komputer Anda aman dari tangan-tangan jahil, kecuali jika Anda menginstal software third party untuk sistem keamanan data Anda, dan itupun Anda harus mengeluarkan kocek lagi untuk membelinya. Jika Anda menggunakan sistem berbasis NT, maka Anda dapat membuat sistem keamanan yang tangguh (walaupun masih bisa di-hack). Namun untuk memiliki Windows 2000, Anda harus mengeluarkan kocek diatas $500 dan spesifikasi komputer yang lebih tinggi.
4.   Sistem yang kurang stabil
Pada MS Windows (kecuali MS Windows 2000 yang lebih baik dibandingkan Win 9.x/Me), semakin banyak aplikasi yang Anda instal dan semakin banyak hardware yang tertancap di komputer Anda, maka kemungkinan besar akan terjadi konflik, baik konflik antar hardware atau software maupun konflik antara software dengan hardware. Hal ini dapat mengganggu pekerjaan Anda, terlebih lagi jika Windows Anda ngadat karena hal ini, pekerjaan Anda akan terganggu.






perbandingan linux dengan windows

A.   Windows
1.   Keungulan Windows
Seperti yang telah disebutkan, Windows adalah sistem operasi yang user-friendly. Tampilannya begitu bersahabat bagi para pengguna. Selain itu, dukungan hardware yang lengkap, banyaknya aplikasi yang diperuntukkan bagi platform Windows semakin melengkapi nilai tambahnya.
2.   Kekurangan Windows
Windows juga memiliki sisi kurang yang cukup mencolok.
Sistem operasi ini adalah sistem operasi yang rentan akan penyakit. Windows mudah sekali tertular virus. Namun, masalah ini dapat diatasi dengan adanya vendor-vendor software yang merilis antivirus bagi Windows. Sebut saja Norton dan AVG. Meski demikian, perkembangan virus komputer terus berlanjut layaknya virus-virus di dunia nyata. Mereka semakin banyak dan ganas. Siap kapan saja menginfeksi komputer Windows.
Terlepas dari sisi teknis, harga lisensi Windows juga terbilang sulit dijangkau oleh masyarakat Indonesia kebanyakan. Versi bajakan memang murah, tetapi itu bukanlah pilihan bijak. Dengan membeli versi bajakan, sama saja kita telah mendanai para kriminal tersebut mengembangkan usaha mereka. Dan kita telah menjadi sponsor setia dalam melanggengkan tindak tanduk mereka.

B.   Kelebihan Linux

1.   Keungulan Linux
Sistem operasi ini adalah sistem operasi yang tahan virus. Virus-virus yang menyerang Windows tidak akan berkutik apabila terdampar di system Linux. Linux juga stabil, sehingga menjadi platform mayoritas bagi server internet, hingga industri perfilman Hollywood.
Beberapa film seperti The Lord Of The Ring, hingga Harry Potter menggunakan bantuan Linux dalam proses produksinya. Linux juga dikembangkan bagi platform yang tidak wajar, seperti pada PlayStation 2, X-Box, iPod, dan Nintendo DS. Linux juga multipengguna (multiuser) dan multitugas (multitasking). Anda dapat memasuki sistem dengan banyak user sekaligus dan menjalankan banyak tugas sekaligus. Linux adalah system operasi yang sejak lahir murni multiuser dan multitasking.

2.   Kekurangan Linux
Beberapa kekurangan Linux yang paling dirasa adalah masih belum banyaknya game-game besar yang tidak bisa dijalankan pada platform Linux. Orang-orang sepertinya juga alergi terhadap sistem operasi ini karena masih berpikir Linux adalah sistem operasi yang sulit, tidak mempunyai
tampilan grafis, dan tidak gaul. Belum lagi, beberapa hardware yang sepertinya sulit untuk menyediakan driver untuk Linux.
Tentunya, ini menjadi tugas berat bagi para pengembang
kernel Linux, agar sistem operasi ini dapat berjalan dengan fleksibel
Beberapa perbedaan windows dengan linux
Awal perkembangannya.  
Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Karena khusus untuk kebutuhan desktop, Windows sangat memfokuskan diri pada kesederhanaan penggunaan, pendekatan pada sisi end user dsb. 
 
Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi-tasking dan multi-usernya. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server atau workstation high-end. Linux juga dikembangkan dengan kemampuan jaringan cukup tinggi dan sejak awal hidupnya sudah berusaha untuk berjalan pada berbagai arsitektur komputer, sehingga Linux tidak menjadikan kebutuhan desktop sebagai tujuan besar 
2. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) 
Jika dilihat dari sisi HAKI, SO Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya, kepemilikan lisensi (rata-rata berharga $200 USD) merupakan sarat mutlak untuk penggunannya.                                           
Sementara Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut.
3. Kelengkapan Program
Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin hanya Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.Sekalipun Linux juga sebagai SO, setelah diinstal, akan ditemui banyak program dari hampir semua kategori program seperti Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.

4. Program Aplikasi
Windows unggul untuk aplikasi Office-nya. Diakui bahwa Microsoft Office termasuk tool yang sangat enak untuk bekerja di PC seperti menyiapkan presentasi, tulisan, laporan, agenda dll.  Linux unggul dalam aplikasi Webserver, proxy server, firewall, mail server, Samba dll. Pada aplikasi server umumnya X-Windows tidak lagi digunakan di Linux, oleh karena itu Linux biasanya lebih hemat resources (memory & harddisk) di bandingkan Windows. Sementara komunitas Linux juga berusaha keras untuk mengejar ketinggalannya dalam aplikasi Office-nya dengan mengembangkan StarOffice yang dimotori oleh Sun Microsystems agar dapat digunakan secara cuma-cuma di atas Linux.
5. Konfigurasi Sistem
Berbeda dengan program Windows yang sudah siap pakai, di Linux ada kalanya perlu  menyunting file secara manual melalui command line. Tetapi dengan adanya PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa dilakukan dengan mudah. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang juga sudah siap pakai

6. Dukungan Perangkat Keras
Tidak seperti kemudahan yang ditemui di Windows, terkadang suatu hardware tidak bisa bekerja di Linux. Hal ini bisa terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.
 
7. Manajemen Proses
Apabila kita tekan tombol Crtl-Alt-Del pada saat sistem menjalankan Windows akan terlihat sejumlah proses yang sedang berjalan. Kalau dihitung dari 10 dan pengguna biasa bisa mengenali sebagian besar proses-proses ini. 
 
Bila kita kirim perintah ps ax pada sistem Linux akan terlihat keterangan bahwa ada lebih dari 20 proses sedang berjalan. Mereka yang tidak mendalami sistem operasi tidak akan bisa mengenali sebagian besar dari proses-proses tersebut.
 
8. Sistem File
Windows menggunakan FAT dan NTFS. Windows tidak membedakan penggunaan nama file dengan huruf besar dan huruf kecil (case insensitive). Windows mengenal juga istilah drive untuk device dan partisi. Windows memiliki MyComputer sebagai root, yang didalamnya terdapat berbagai drive dan device. Windows juga tidak bisa membaca file sistem Linux (tanpa memanfaatkan program terpisah). Di sistem file, ekstensi nama file di Windows memiliki peranan penting. 
Sementara Linux menggunakan ext2, ext3, reiserfs, xfs, jfs dan lain sebagainya. Linux dapat membaca dan menulis ke FAT32, dan dapat membaca dan  menulis NTFS (eksperimental dan memanfaatkan proyek terpisah). Linux membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam berbagai aspek penggunaan sistem operasi. Di Linux, istilah drive tidak digunakan. Yang digunakan adalah direktori biasa. Apabila dibandingkan dengan Windows, Linux mengenal direktori root (disimbolkan dengan /), yang didalamnya terdapat berbagai direktori dan device. Di Linux, ekstensi nama file tidak memiliki peranan penting. 
9. Waktu Pengoperasian 
Sebagai SO personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Berikut ini sebagian dari banyak perbedaan yang ada:
  1. CD Linux (misalnya BlankOn) berisi tidak hanya sistem operasi, tapi juga program office (word, spreadsheet, presentation, database), photo editor, program untuk menggambar, program akuntasi, program manajemen projek, dsb. Sedangkan CD Windows hanya berisi sistem operasi, sehingga kalau mau office harus cari CD office, mau mengdit foto harus cari CD photoshop (misalnya), mau menggambar haru cari CD CorelDraw (misalnya), mau program akuntansi harus cari CD Zahir (misalnya), mau project management harus cari CD MS Project, dsb.
  2. Linux (relatif) lebih aman dari virus, bahkan boleh dikatakan bebas dari virus Windows. Virus Linux ada tapi tidak berkembang.
  3. Linux "bebas" dicopy, digunakan, dijual, disewakan, dijadikan sarana amal dengan membagi gratis CD Linux, dsb. Sedangkan Windows tidak boleh dicopy, tidak boleh digunakan, tidak boleh disewakan, tidak boleh dijadikan sarana amal dengan membagi CD, dsb. jika tidak dapat izin dari pembuat (MS). Biasanya izin itu dalam bentuk membeli surat izin alias lisensi yang harga surat izin semua program yang saya sebut di atas hampir sama atau lebih mahal dari harga komputernya.
·         Perbedaan windows dengan linux
Sistem Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang. Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya. Pada sistem Linux (dan Windows NT/2000/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses pengguna. Karena itu akan banyak ditemui pengguna Linux yang bekerja dengan user root (nama super user di dunia Unix).
 
10. Proteksi Sistem
Karena sistem Windows biasanya digunakan orang tertentu saja, maka sistem proteksi berkas-berkas di komputer tidak menjadi perhatian utama dalam perancangan Windows. Kapanpun pengguna Windows bisa menghapus, mengganti nama, memindah lokasi direktori file apapun yang ada di sistem. Login bukanlah keharusan bagi pengguna Windows 9x. Dengan cancel login prompt, bisa didapatkan hak akses segalanya.
Meskipun sama-sama sebagai sistem operasi (SO) komputer, Linux dan Windows memiliki perbedaan dalam banyak hal. Karena merupakan dua dunia yang berbeda, maka hampir semuanya bisa berbeda. Software yang didesain khusus untuk Windows tidak akan berjalan pada Linux, demikian juga sebaliknya.
11. Menangani Crash
Dibandingkan dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Namun jika mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik, Windows XP juga cukup stabil.Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah. Dan jika sistem grafis yang terkunci, bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Juga tersedia pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.


12 Sistem Sistribusi
Windows hanya mengenal satu distribusi  yaitu Microsoft. Sementara, Linux mengenal banyak distribusi yang merupakan kumpulan kernel Linux, pustaka – pustaka sistem, dan software – software yang dibungkus dengan prosedur tertentu. Yang membedakan antar distribusi bisa saja pada semua bagian tersebut (kernel yang berbeda versi dan pengaturan, software dan pustaka yang berbeda), termasuk prosedur pemaketannya.  
 
Kemungkinan Migrasi
Di satu pihak, Windows dalam perkembangannya menyatu dengan garis produksi server NT menjadi Windows 2000 dan kemudian Windows XP. Di lain pihak, masyarakat opensource terus mengembangan user interface grafis untuk meningkatkan kenyamanan Linux untuk penggunaan sebagai workstation pribadi. Sejak kemunculan Windows 2000 dan perkembangan user interface grafis di Linux, mulai bisa dilihat kesetaraan Windows dan Linux yakni sistem operasi untuk server dan juga untuk workstation.
Migrasi pengguna dari Windows ke Linux dan sebaliknya tidak dapat terjadi secara spontan karena faktor kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Selama penggunaan Windows dan program-program aplikasinya tidak terhalang oleh keharusan membayar lisensi, pengguna Windows tidak akan banyak beralih ke Linux. Kesuksesan Linux di Indonesia meraih perhatian dari pengguna komputer bergantung pada hak yang berwajib dalam mengkampanyekan penghormatan pada hak atas kekayaan intelektual. 














Perbandingan Windows dengan Linux



Sekarang ini banyak orang bermigrasi dari Windows ke Linux, tapi sebagian orang  juga masih tetap setia pada Windows. Kebanyakan dari mereka yang memilih bermigrasi berasumsi terutama pada keamanan OS.
Di bawah ini merupakan perbandingan antara Windows Dengan Linux ;






  
1.    KEMUDAHAN : kebanyakan orang beranggapan bahwa Windows lebih mudah dari Linux, tetapi hasil penelitian di Jerman menunjukkan bahwa selisih tingkat kemudahan sangat kecil, tinggal tergantung pada seberapa familiar kita terhadap Windows ataupun Linux.
2.    BIAYA KEPEMILIKAN (Total Cost Ownership). Sejumlah komponen yang harus dibayar untuk memiliki komputer berbasis Windows maupun Linux.
2.1     Lisensi software sistem operasi: sudah jelas Windows berbayar. Sebagian besar distro Linux dapat digunakan secara gratis tetapi juga ada beberapa distro yang berbayar: 60-80 USD
2.2     Software pendukung: antivirus, zip manager, windows commander … Sebagian besar sotware ini tersedia free di lingkungan Linux
2.3     Biaya operasional. Pada tahap awal, sekitar 2 tahun ke depan, sistem berbasis Linux memerlukan dukungan teknis yang lebih baik dibandingkan sistem berbasis windows. Hal ini dapat dikurangi dengan mengalihkan sebisa mungkin aplikasi desktop ke aplikasi berbasis web.
2.4     Penghargaan lebih baik kepada mereka yang bisa menggunakan Linux sudah diakui.
       Perkiraan oleh cybersource (cyber.com.au) atas biaya kepemilikan sebuah perusahaan model dengan 250 komputer karyawan dengan proyeksi 3 tahun ke depan, menunjukkan bahwa untuk sistem berbasis windows memerlukan biaya sebesar USD 1.018.010,5  dan untuk sistem Linux sebesar USD 766.616,95 atau penghematan sebesar 25%.
3.        STANDARD FILE FORMAT. Format file untuk aplikasi perkantoran kebanyakan menggunakan microsoft office. Meskipun banyak kelemahan pada format file ini, tetapi sangat banyak pengguna interent yang mempertukarkan file dengan format ini. OpenOffice dan Star Office sudah mendukung format file ini, tetapi mungkin akan ditemukan beberapa hal yang tidak kompatibel.
4.        NETWORK. Tren protokol jaringan adalah TCP/IP atau pengembangannya  dari awal dirancang dalam sistem berbasis UNIX seperti BSD dan Linux. Protocol jaringan lainnya, sangat jarang digunakan, mungkin tidak berkembang lagi. Beberapa layanan jaringan Windows yang banyak digunakan: file sharing (file server) dan print server, keduanya dapat berjalan di Linux dengan samba server.
5.        APPLICATION PORTABILITY. De fakto, aplikasi yang dibangun dalam basis UNIX dapat berjalan di BSD dan Linux (dan sebaliknya) tanpa perubahan yang signifikan. Aplikasi Windows tidak dapat berjalan begitu saja dalam lingkungan Linux dan sebaliknya. Ada beberapa emulator untuk itu, tetapi mungkin masih harus dikaji satu per satu.
Lalu bagaimana ciri khas dari ke dua OS tersebut...??
Kita sudah tahu sendiri bagaimana atau apa Windows itu sendiri (bagi pengguna Windows)  sehingga saya tidak perlu menjelaskan tentang Windows sehingga saya akan langsung membahas ke Linuxnya saja.
Ciri khas dari Linux;
1.        Linux  memiliki beberapa distro. Lalu apa distro itu? Distro dalam Linux ini bukan jualan produk fashion seperti anggapan kita, tetapi distro ini merupakan bisa dibilang sebagai vendor dari Linux. Linux sendiri adalah suatau kernel atau inti dari Sistem Operasi. Contoh distro Linux ; U buntu, Red Hat, Debian,Mandrake, Conectiva,Suse, dsb. Setiap distro punya software pelengkap sendiri- sendiri.
2.         Linux tidak dibangun dalam graphical user interface (GUI) seperti yang di pakai Windows, sehingga harus mengetikkan dengan menggunakan perintah – perintah dalam Command Linux. Sebagai dari GUI, Linux menyediakan progam tambahan yang bernama System X Windows.
3.        Linux tidak dapat berjalan di progam Windows, misal progam Microsoft Office, sehingga Linux harus mencari progam penggantinya seperti starOffice dll. Tapi sekarang beberapa tool yang yang dapat menjalankan aplikasi .exe seperti tool wine.
4.        Linux tidak Plug n Play seperti pada Windows
5.        Linux menggunakan sistem yang berbeda untuk mengakses disk drive dan file dibanding Windows
6.        Linux berjalan lebih baik pada perangkat keras lebih tua dari pada Winndows, Linux dapat berjalan pada spesifikasi minimal, RAM 32 MB dan 2GB hard Drive(ruang kosong). Linux juga dapat pada spesifikasi komputer 486 dengan RAM sedikitnya 4MB dengan hard Drive dan beberapa ratus MB ruang disk yang kosong.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ;
1.        Segi Keamanan ;  antara Windows dengan Linux skitar 1 banding 10 meskipun saat ini Windows telah mengamankan sistem dari progam yang bersifat parasit, misal Deep Freeze.
2.        Segi Kemudahan ;  antara Windows dengan Linux 10 banding 1. Windows tergolong OS yang paling mudah dan familiar bagi kalangan end User sehingga mereka enggan belajar lagi untuk menggunakan Linux.
3.        Kompatibilitas Hardware ; antara Windows dengan Linux 5 banding 1, hal ini terkait dengan banyaknya distro dan kurangnya pengguna yang memakai Linux. Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa “buat apa bikin Driver buat Linux kalau yang menggunakan sangat sedikit”,
            Setelah kita mempelajari sedikit demi sedikit ciri – ciri dari kedua OS di atas diharapkan kita dapat memilih OS mana yang akan kita pakai. Mungkin ada yang beberapa yang berpendapat kalau kita pakai linux, bisakah kita “Hidup” tanpa Microsoft Office, tanpa ms. Outlook, tanpa foxpro, tanpa ms. Acces, tanpa Photoshop, tanpa adobe ilustrator, tanpa windows media player?
            Bisakah kita “hidup” dengan open office, dengan nautilus, dengan firefox, dengan thunderbird, dengan evolution, dengan gimp, dengan NFS ( Network File System ), dengan Samba, dengan SSH, dengan abiword, dengan gnumeric, dan dengan program linux lainnya?
Tetapi jangan lupa ada pernyataan satu lagi. Kemudahan itu tergantung dari si User, misal pengguna Mac menganggap Windows tidak simple terlalu exclusive alias bikin susah pengguna Mac, pengguna Windows kalau pake’ Mac pasti bicaranya: kok beda iconnya? Mana Explorernya? Kok menunya diatas? Kok gak ada Antivirusnya? Nah kalau pengguna linux beda banget, selalu mengenggap perbedaan adalah “hal yang wajar”, karena memang mereka tahu sistem operasi itu nggak semuanya sama tapi beraneka ragam tetapi juga tetap memiliki  tujuan yang sama 

Perbedaan Windows dan Linux

Meskipun memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, pada dasarnya Windows dan Linux berbeda dalam banyak hal sehingga tidak mudah untuk memperbandingkan keduanya. Perbedaan pokok ada pada posisi titik awal perkembangannya. Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi tasking dan multi usernya. Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server sementara Windows dirancang sebagai sistem operasi untuk komputer personal.
Dalam perkembangannya, di satu pihak Windows menyatu dengan garis produksi server NT menjadi Windows 2000 dan kemudian Windows XP. Di lain pihak, masyarakat opensource terus mengembangan user interface grafis untuk meningkatkan kenyamanan Linux untuk penggunaan sebagai workstation pribadi. Sejak kemunculan Windows 2000 dan perkembangan user interface grafis di Linux, kita mulai bisa melihat kesetaraan Windows dan Linux yakni sistem operasi untuk server dan juga untuk workstation.
Populernya produk Cygwin (salah satu platform terkemuka untuk porting sistem berbasis Linux ke Windows) membuktikan adanya “kekurangan” pada system Windows dilihat dari kacamata pengguna Linux. Sementara itu pengguna Windows melihat tidak adanya Microsoft Office sebagai salah satu kekurangan dari Linux. Dokumen singkat ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis dalam penggunaan komputer dengan sistem operasi Windows dan Linux. Alur tulisan dimulai dengan memperbandingkan sistem operasi diikuti dengan program-program aplikasi yang pernah digunakan penulis.
2 Sistem Operasi Linux dan Windows
Dalam memperbandingkan kedua sistem operasi ini, sering terjadi kerancuan pada aspek yang diperbandingkan antara sistem operasi dengan aplikasi-aplikasinya. Sebagai contoh, paket sistem Windows hanya memuat program aplikasi minimal: game soliter, window/internet explorer, utilitas sistem operasi dan aplikasi sederhana untuk membuat file dokumen dan gambar seperti notepad, mspaint dan write. Di dalam paket sistem Linux biasa, kita bisa menemui hampir semua program aplikasi Linux yang ada di dunia ini. Dengan demikian, instalasi suatu paket Linux (SuSE, RedHat, Mandrake, Debian, atau Slackware) bisa disetarakan dengan instalasi Windows, Office, Corel Draw, Adobe Photoshop, VisualBasic, Microsoft C++, SPSS, MSSQL sekaligus dalam hal kelengkapan program-program aplikasinya.
2.1 Pengoperasian Server vs Personal
Sebagai sistem operasi server, Linux dirancang untuk tidak sering dimatikan dalam pengoperasiannya. Sebagai sistem operasi personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu. Pencegahan “memory leak” di Linux mendapat porsi pehatian yang lebih besar dibanding pada Windows. Artinya, ketersediaan porsi memori yang bisa digunakan boleh berkurang pada Windows karena toh dalam waktu tidak lama sistem akan dijalankan mulai dari awal lagi.
2.2 Proteksi Sistem
Karena sistem Windows biasanya digunakan orang tertentu saja, maka sistem proteksi berkas-berkas di komputer tidak menjadi perhatian utama dalam perancangan Windows. Kapanpun pengguna Windows bisa menghapus, mengganti nama, memindah lokasi direktori file apapun yang ada di sistem. Sistem Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang. Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya. Pengguna Windows akan merasa sangat terbatasi apabila dihadapkan pada sistem Linux sebagai user biasa.
Login bukanlah keharusan bagi pengguna Windows 9x. Dengan cancel login prompt, kita bisa dapatkan hak akses segalanya. Pada sistem Linux (dan Windows NT/2000/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses pengguna. Karena itu akan banyak kita temui pengguna Linux yang bekerja dengan user root (nama super user di dunia Unix).
2.3 Manajemen Proses
Apabila kita tekan tombol Crtl-Alt-Del pada saat sistem menjalankan Windows akan terlihat sejumlah proses yang sedang berjalan. Kalau dihitung dari 10 dan pengguna biasa bisa mengenali sebagian besar proses-proses tersebut. Bila kita kirim perintah ps ax pada sistem Linux akan terlihat keterangan bahwa ada lebih dari 20 proses sedang berjalan; mereka yang tidak mendalami sistem operasi tidak akan bisa mengenali sebagian besar dari proses-proses tersebut.
3 Aplikasi
Untuk menentukan pilihan sistem operasi, kita harus punya rencana penggunaan sistem tersebut. Jika komputer direncanakan akan digunakan untuk menjalankan game-game tertentu, Windows tentulah pilihan yang tidak bisa dihindari karena game-game itu bisa saja menpersyaratkan sistem operasi Windows untuk bisa jalan. Jika komputer akan kita gunakan untuk membantu pekerjaan maka ketersediaan program aplikasi harus penjadi pertimbangan utama, bukan sistem operasinya.
3.1 Aplikasi Perkantoran
Microsoft mengelompokkan program-program aplikasi perkantoran dalam satu paket yang dikenal dengan merek dagang Office. Program-program tersebut adalah: Word (penyusun naskah dokumen), Exel (spreadsheet, pengolah tabel), dan PowerPoint (penyusun presentasi). Sepengetahuan penulis, Office hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows (sangat boleh jadi ada pula versi yang bisa jalan di MacOS).
Untuk melakukan tugas yang biasa dikerjakan dengan Office, di Linux tersedia OpenOffice. Pilihan saat ini harus dibuat sebagaimana pilihan pernah dibuat pada saat pengguna dihadapkan pada program aplikasi WordStar (WS) dan WordPerfect (WP). Jawabanya sudah kita amati: pengguna WS enggan menggunakan WP sebaliknya mereka yang sudah terbiasa dengan WP enggan menggunakan WS. Di Indonesia, pengguna OpenOffice belum banyak sehingga kalaulah tidak ada pertimbangan lain, orang akan tetap setia dengan Office meskipun tawaran fitur OpenOffice tidak kalah dengan Office.
3.2 Aplikasi Pengembangan Sistem
Ada kecenderungan pengambangan sistem aplikasi komputer saat ini diarahkan untuk bisa dijalankan dengan user interface berbasis web. Karena sifat aplikasi berbasis web lebih berat di server, maka Linux unggul terlebih dahulu dalam bidang ini. Site www.opensource.org mengungkapkan bahwa Apache dijalankan lebih dari 50% web siste didunia. Program-program aplikasi berbasis web banyak dijalankan dengan Perl dan BIND dan sendmail merupakan program servis internet paling banyak dominan didunia. Namun demikian, Apache, Perl, BIND, dan sendmail meskipun erat hubungannya dengan Linux, terutama dalam hal sesama produk opensource, tidak harus berjalan di Linux. Program-program itu sekarang pun juga banyak dijalankan orang di Windows.
Untuk pemrograman masalah-masalah sains, penulis menemui kebanyakan pengguna Windows tidak berkeberatan untuk bekerja dengan Linux. Pada umumnya mereka menggunakan kompiler Pascal dan Fortran yang justru akan terasa lebih natural apa bila dijalankan di Linux. Kebanyakan pengguna program-program Pascal/Fortran merasa nyaman di Linux karena terbebas dari permasalahan keterbasaran memori dsb.
3.3 Aplikasi Disain Grafis
Adobe Photoshop dan Corel Draw adalah dua program aplikasi untuk membantu disain grafis yang dapat kita temui di hampir semua rumah produksi grafis di Indonesia. Kedua program aplikasi tersebut dirancang untuk jalan di Windows. Corel bereksperimen dengan mengeluarkan produk Linux namun akhir-akhir ini tidak lagi mendukung proyel Corel Linux tersebut. Di Linux, kita bisa Gimp dan Kontour untuk melakukan kerja disain grafis. Persoalannya sama dengan Office, pilihan penggunaan progam aplikasi disain grafis akan kembali pada masalah kebiasaan. Mereka yang sudah terbiasa menggunakan Photoshop atau Corel Draw tidak akan begitu saja mau menggunakan Gimp dan Kontour, seberapapun keunggulan kedua produk “baru” tersebut, apa bila tidak ada hal lain yang memaksa.
3.4 Aplikasi Multi Media
Aplikasi multi media adalah aplikasi yang paling banyak menuntut penggunaan peralatan komputer secara penuh. Secara umum, sifat personal dari Windows lebih cocok untuk menjalankan program-program multimedia dibanding sifat multiuser dar Linux. Pada dasarnya kita tidak keberatan dengan tertundanya eksekusi proses komputasi beberapa detik, tetapi proses multi media (seperti musik dan filem) tidak boleh terputus barang sedetikpun. Namun demikian, dengan berkembangnya kecepatan hardware, banyak program aplikasi multi media bisa dijalankan di Linux dengan kualitas yang dapat diterima.
3.5 Aplikasi Statistik
SPSS adalah program yang paling banyak digunakan untuk pengolahan data-data statistik. Di Linux kita bisa menggunakan R-base untuk melakukan pekerjaan serupa. Karena R menggunakan sintaks yang sama dengan S-plus yang jalan di Windows, maka pengguna S tidak akan menemui kesulitan dalam penggunaan R namun demikian sebagaimana keengganan pengguna SPSS menggunakan S, mereka enggan pula menggunakan R.
4 Hak Atas Kekayaan Intelektual
Hak atas kekayaan intelektual sering disebut sebagai masalah utama bagi Indonesia, dalam hal Sistem Operasi Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya; kepemilikan lisensi merupakan sarat mutlak untuk penggunannya. Harga lisensi (rata-rata $200 USD) di barat bisa jadi hanya sekitar 20 % dari gaji bulanan (rata-rata $1000 USD). Sementara itu dengan gaji Rp. 2juta rupiah, angka $ 200 menyamai penghasilan bulanan itu sendiri. Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut.
  • Perbedaan antara linux dan windows shared
Di dunia shared hosting, server hosting Linux dan Windows merpakan dua posisi teratas yang banyak di tawarkan. Merskipun kalau kita lihat sekilas mempunyai fungsi yang sama. Namun perlu anda ketahui, ada perbedaan antara linux dan windows shared hosting.
  1. Sistem Operasi: Linux hosting dapat berjalan pada OS linux seperti Ubuntu, Redhat, CentOS, Debian dll. Sedangkan Windows menggunanakan Windows Server. Tapi ini bukanlah suatu hal yang penting untuk diperhatikan karena anda dapat memilih salah satu Operating sistem yang menurut anda paling mudah / disukai.
  2. Security / Keamanan: Ini merupakan hal yang vital bagi semua orang yang menggunakan jasa hosting, baik itu yang menggunkan Linux ataupun windows. Tetapi pada saat sekarang ini, banyak orang yang memiliki persepsi kalau linux itu jauh lebih aman dibandingkan dengan windows, padahal itu salah besar. Windows juga sebenarnya memiliki keamaanan yang canggih dan selalu terupdate, hanya semua itu tergantung kepada perusahaan yang menyediakan jasa layanan hosting tersebut. Apakah perusahaan tersebut dapat memberikan keamanan yang baik untuk layanan hostingnya.
  3. Cost / Biaya: Kita semua tentu sudah tahu kalau hampir semua OS linux adalah open source alias bebas biaya. Ini mungkin salah satu keunggulan kenapa banyak perusahaan yang menggunakan linux sebagai server karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar lisensi. Sedangkan Windows, segala sesuata perlu mengeluarkan duit untuk meng-Install service ke windows, hal ini tentu memberatkan di sisi biaya. (tetapi hukum pasar tetap berlaku, ada uang pasti ada kualitas.... tapi sampai sekarang saya masih belum tau apa kelebihannya... hehe.. )
  4. Performance / kinerja: Linux pada umumnya lebih stabil dan mampu memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan windows ketika Sistem Operasi dituntut untuk menangani banyak proses dalam waktu yang sama.
  5. Server Access / Akses server: Jika anda ingin SSH or Telnet access, seperti anda ingin melakukan akses file langsung ke server tanpa mentransfer ke penyimpanan lokal, tentu linux memberikan keuntungan lebih. Sedangkan untuk windows lebih mengunggulkan dengan menggunakan remote desktopo atau virtual console.
  6. Language support / dukungan bahasa: Yang dimaksud bahasa disini adalah bahasa pemrograman yang di dukung dari Linux dan Windows. Dalam hal dukungan bahasa pemgrograman, nampaknya windows masih lebih unggul. Di windows, kita dapat mengimplementasikan bahasa ASP.NET, PHP, Ruby, Access, MySQL, HTML, Javascript, dan banyak lagi. Sedangkan linux terbatas hanya beberapa bahasa pemrograman yang open source saja.
  7. FileNames / Nama File: Jika anda menggunakan server Linux, nama file seperti test.html dan Test.html adalah nama yang berbeda tetapi pada server Windows mereka adalah nama file yang sama.
  8. Ease of User / Kemudahan penggunaan: Jika anda lebih menyukai tampilan GUI, mungkin windows adalah pilihan yang tepat. Tapi jika anda penyuka CUI (alias console) mungkin linux adalah pilihan yang tepat. Tapi pada umumnya banyak yang ahli jaringan / server lebih menyukain menggunakan console dibandingkan dengan GUI.
  9. Downtime: Server hosting Windows sering membuang waktu yang berharga dari para penggunanya dikarenakan downtime yang lebih lama dibandingkan dengan linux. Selainitu, Windows lebih membutuhkan sumber daya (hardware) yang lebih besar untuk memulai suatu proses, ini berarti saat melakukan reboot windows akan memakan waktu yang lebih lama.






·         \ Linux Hosting vs Windows Hosting

.keuntungan dari Linux Hosting
Stabilitas
Server Linux dianggap lebih stabil daripada Server Windows karena Linux adalah sistem operasi open source, kode terbuka untuk perbaikan publik dan dengan demikian setiap orang dapat membacanya dan menyarankan atau menunjukkan bug. Di sisi lain, sistem operasi Windows adalah eksklusif dan sumber kodenya tidak dapat dilihat oleh programmer di luar Microsoft. Karena fakta ini, server Linux dianggap lebih stabil.
Linux menawarkan Perlindungan yang Lebih Baik
Sistem operasi Windows lebih rentan terhadap virus, trojan, adware, spyware dibandingkan dengan Linux. Hal ini disebabkan karena lingkungan pemrograman terbuka Linux yang memfasilitasi deteksi yang mudah dan fiksasi dari kelemahan keamanan. Jadi, Linux hosting menawarkan perlindungan data yang lebih baik.
Harga
Sejauh web hosting yang bersangkutan, Linux hosting lebih murah dibandingkan dengan Windows hosting. Hal ini karena Windows adalah perangkat lunak yang dipunyai Microsoft dan Microsoft mengenakan harga lebih tinggi untuk solusi web dan perangkat lunak server. Sebaliknya, Linux menjadi sebuah aplikasi open source dapat dijalankan pada sejumlah komputer tanpa biaya tambahan.
Cocok untuk PHP, Perl, MySQL
Kombinasi dari perangkat lunak open source Linux (sistem operasi), Apache HTTP Server, MySQL (perangkat lunak database), dan PHP, Python atau Perl (scripting language) sangat sering digunakan di Server Linux untuk pengembangan aplikasi web dan dikenal LAMP stack. CMS yang cocok dijalankan di Server Linux: Joomla, Wordpress, dan Drupal.
Keuntungan dari Windows Hosting
Kemudahan Penggunaan
Jika Anda adalah salah satu dari mereka yang memiliki pengetahuan tentang sistem operasi Windows dan memiliki server berbasis Windows, tentunya Anda tahu proses mempelajari server berbasis Windows lebih mudah dibandingkan dengan server Linux. Ini adalah suatu nilai plus dari Server Windows, khususnya bagi para pemula.
Cocok untuk ASP dan .Net Script
Salah satu keuntungan terbesar dari Windows hosting dibandingkan dengan Linux hosting adalah kemampuannya untuk menjalankan ASP klasik atau. Script .NET. Apabila Anda memerlukan sebuah website database yang dinamis yang dijalankan dengan ASP dan .NET Script, maka Windows Hosting adalah hosting yang cocok dalam hal ini. Database yang cocok digunakan di Windows Hosting adalah SQL Server. CMS yang cocok di Windows Hosting: NopCommerce, DotNetNuke dan Umbraco.
Dukungan yang luas dan Kompatibilitas
Windows hosting kompatibel dengan semua produk Microsoft. Sebagai contoh semua komponen perangkat lunak dari IIS (Internet Information Service) sampai ke database SQL Server dibuat untuk saling mendukung. Saat ini, juga banyak developer mengembangkan perangkat lunak dan program yang kompatibel dengan platform Windows. Jumlah dan kompatibilitas yang sama tidak dapat diharapkan ketika menjalankan ASP atau SQL Server pada server Linux.
PERBEDAAN REDHAT PADA LINUX DAN WINDOWS
Linux :
  • Halal karena tidak usah pake lisensi/ijin dalam artian Gratis alias free.
  • Mendukung atau support Intel, PPC, Sparc, Alpha, dll
  • Bebas dari virus
Windows :
  • Berlisensi sehingga harus bayar untuk menggunakannya alias harus bayar.
  • Windows hanya untuk Intel, MacOS hanya untuk computer Apple, Solaris hanya untuk Sparc, Unix hanya untuk Alpha.
  • Windows harus sering di update anti virusnya kalo tidak Virus siap menyerang
Perbedaan aplikasi windows dengan linux.
Windows                                                                                     
        Windows Eksplorer, Internet Eksplorer
        Winzip, Winrar
        Notepad, Wordpad, Textpad
        Adobe Acrobat
        Adobe Destiler
        Virtual CD
        Microsoft Office
        Nero Burning
        Winamp, Media Player, Real Juke
        Ms. Access, Interbase 6
        ACDC
        Macromedia Flash
        Outlook Ekspress
Linux
  • Konqueror, Firefox, Gnome Commander, Nautilus,dll
  • Gnozip, Ark, linzip, FileRoller, dll
  • Kedit, Gedit, Vim, Nedit, Kwrite, dll
  • Acrobat Reader, GhostView, Xpdf
  • Adebe Acrobar Destiler, PDF Latex, Panda Gen, dll
  • Virtual CD Karnel Modul
  • Star Office, Open Office, Goffice
  • K3b, KonCD, Arson, CD-me
  • XMMS, Winamp, Xine, Mplayer, Noatun, Zinf
  • Knoda, Gnome Db manager, Interbase, Berkley DB
  • Xnview, Kview,dll
  • Swish
  • Evolution, Arrow, Kmail, dll
Perbedaan Yang Nampak
1.      User Interface
Di Windows, kita tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan.
Di Linux, kita bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat kita sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja kita. Sebagai misal, pada komputer yang lambat kita bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox. Atau jika kita menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika kita terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, kita bisa memilih desktop KDE. Dengan KDE, kita masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista. Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Anda bisa mengatur sesuai dengan favorit kita.
2.      Security dan Virus
Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar. Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV.
3.      Spyware
Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Anda ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing. Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya.
Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem Anda dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.
4.      Instalasi dan Kelengkapan Program
12
Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.
Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux didistribusikan  dengan banyak program didalamnya (itu sebabnya dikenal istilah distro - dari kata distribusi - Linux). Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll. Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Anda bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.
5.          Konfigurasi Sistem
Di  Linux, Anda mungkin sering mendengar perlunya mempelajari perintah-perintah secara manual di command line. Sebagian berita ini benar, tetapi belakangan Linux sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga hampir semua hal juga bisa anda lakukan sama mudahnya seperti di Windows.
Dengan PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa Anda lakukan semudah point n click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya.

6.          Hardware Support
            Di Windows, biasanya Anda tidak pernah mendengar masalah hardwre, karena hampir semua hardware yang ada sudah menyertakan drivernya. Berbeda dengan di Linux dimana Anda mungkin sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.
7.          Menangani Crash
Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika Anda membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Untuk Windows XP – jika Anda mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik – juga akan cukup stabil. Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat Anda juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer.
Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan
13
Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan Anda dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah. Dan jika sistem grafis yang terkunci, Anda bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Anda juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti Anda tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.
8.          Partisi Harddisk
Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk Anda mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk. Belakangan KDE telah mempermudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror.
9.          Penamaan File
Linux menggunakan "/" untuk memisahkan folder dan bukannya "" yang biasa digunakan DOS/Windows. Linux bersifat case-sensitive, ini berarti file "Hello.txt" berbeda dengan file "hello.txt". Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika Anda mengubah nama file "Hello.txt" menjadi "Hello", Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika Anda mengklik file "Hello", Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks.
10.      Kemudahan dan Keamanan
Anda mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) Anda tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, Anda tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya Anda tidak banyak mendengar adanya virus di Linux.
Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.
11.      Defrag
Di Windows, Anda mungkin sering menemui masalah menurunnya kecepatan Windows. Salah satu penyebab biasanya adalah file-file di harddisk yang sudah tidak tersusun rapi lagi. itu sebabnya Anda disarankan untuk menggunakan program Defrag.
14
Di Linux Anda tidak akan menemukan program untuk men-defrag harddisk. Anda tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani semuanya ini secara otomatis. Namun jika harddisk Anda sudah terisi sampai 99% Anda akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan Anda tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi.
12.      Sistem File
Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Anda bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.
Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu tehnik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.
13.      3D Desktop
Teknologi yang nampaknya akan dihadirkan di sistem operasi terbaru adalah 3D Desktop. Windows mengawalinya di Windows Vista dengan menyediakan fitur 3D Flip. tidak lama kemudian Linux menyediakan fitur 3D Desktop yang jauh lebih lengkap, seperti 3D Flip, 3D Cube, 3D Ring, dll.
Di Vista, fitur 3D kurang populer karena membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi. Berbeda jauh dengan Linux yang mampu menjalankan fitur 3D Desktop pada komputer dengan spesifikasi yang sangat rendah. Linux yang dari awal terkenal di sisi server, sekarang sudah menunjukkan kebolehannya di sisi dekstop dengan mengungguli Windows dalam hal 3D Desktop.
·         Perbandingan kehebatan windows 7 melawan ubuntu
jika diantara anda adalah pengguna Windows atau Ubuntu, posting ini bertujuan untuk membandingkan Ubuntu 11.04 dengan Windows 7  dalam setiap aspek,Jadi mari kita mulai perdebatan positif di antara keduanya .Memberikan Preview/ide sangat saya harapkan dalam diskusi ini untuk menambah wawasan mengenai kelebihan atau kekurangan di antara keduanya agar masyarakat pengguna PC semakin mengenal mereka.
Saya sendiri pengguna Windows sejak lahir,…. hingga saat ini (Walaupun saya mulai dengan Windows XP, dan sekarang saya menggunakan Windows 7 dalam mode triple boot, bersama dengan Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat) dan 11.04 (Natty Narwhal)) .
Langsung saja mari kita bandingkan kehebatan windows 7 VS linux Ubuntu dalam tabel.
Poin
Ubuntu 11.04
Windows 7
Kontrol
Karena Ubuntu adalah perangkat lunak open source, Anda dapat menyesuaikannya seperti yang Anda inginkan .. Tidak ada batasan pada tingkat kustomisasi karena kode sumber tersedia untuk digunakan sebagaimana yang Anda inginkan (di bawah GPL).
Merupakan perangkat lunak berpemilik sehingga mari kita lupakan tentang source code dan kustomisasi penuh.
Harga
Gratis untuk menggunakan dan mendistribusikan!
Harus beli atau cari yang ilegal
Kesenangan
Selalu ada sesuatu hal yang baru dan menarik untuk di coba, hanya untuk senang-senang!
Tak pernah ada pembaharuan.
Pembelajaran
Ubuntu atau Linux lainnya berbasis Distro merupakan hal yang sangat baik untuk pembelajaran,Terutama direkomendasikan bagi mereka yang tertarik untuk belajar tentang Sistem Operasi modern (OS) dan ingin memahami cara kerjanya.
Tidak ada yang patut di pelajari.
Security/Virus
STOP! Ubuntu atau OS berbasis Linux bebas virus!, karena tidak bekerja pada platform Ubuntu (mungkin karena alasan bahwa sebagian besar virus yang ditujukan untuk Windows dan GNU / Linux adalah aman secara default) agar menggunakan ubuntu berarti bahwa kita masuk ke zona bebas virus.
Virus merupakan salah satu ancaman terbesar bagi OS berbasis Windows  .. dan satu tambahan – Windows dan Keamanan tidak mungkin muncul bersama-sama  dalam satu kalimat.
Keanekaragaman
Selalu ada hal-hal baru yang menunggu untuk dicoba – misalnya jika Anda tidak menyukai desktop Gnome, anda dapat mencoba sesuatu yang berbeda seperti KDE atau XFCE atau LMDE dll yang sangat fleksibel atau dengan kata lain ” modular”. Ini memiliki beberapa kemampuan optimasi desktop untuk hardware tua sementara di sisi lain Anda dapat menikmati efek desktop 3D dengan komputer baru dan graphics Card.
Tidak ada sesuatu yang baru disini,kita hanya bisa bermain-main dengan menu.
Software
Banyak perangkat lunak dan open source gratis yang tersedia di sana – di Software Center atau package Manager, cukup pilih dan install. Apakah Anda seorang siswa yang lagi belajar – “bagaimana program” atau seorang pengembang (perangkat lunak berbasis desktop atau Apps web), Ubuntu memiliki kompiler yang lebih baik (GCC, G + + dll), IDE (Eclipse, NetBeans), editor (gedit), Terminal (Bash ) Dan semua alat yang Anda butuhkan. Untuk programmer apps yang terbaik tetapi sebagian besar aplikasi desktop – open office, Evolution Mail dll sangat buruk!
Kita dapat menggunakan beberapa software proprietary yang bagus seperti – Microsoft Visual compiler/IDE, Windows Live Writer, Microsoft word,One Note, Adobe Photoshop,dll, tapi Anda bisa mendapatkan  Misalnya Gimp bukannya Photoshop, Open Office sebagai pengganti MS Word dll untuk linux.
Mudah digunakan
GNU / Linux memiliki reputasi yang sangat buruk , meskipun Ubuntu adalah yang paling sederhana dan mudah digunakan – Distro berbasis Linux, sulit (bagi pengguna desktop umum) untuk digunakan dibandingkan dengan windows 7.File permission, root … membuat terasa sulit bagi pengguna desktop biasa.
Windows 7 sangat mudah digunakan jika dibandingkan dengan Ubuntu 11.04 atau  Linux lainnya yang berbasis distro.
Stability
Ubuntu 11.04 atau versi lain dari Ubuntu memiliki frekuensi rilis versi baru yang sangat tinggi  yang membuatnya sangat tidak stabil dan selalu ada banyak bug jelek yang menunggu untuk diperbaiki. sehinggatampak tidak cocok untuk produksi / lingkungan pribadi, meskipun versi LTS (Long Term Support)  dapat digunakan dalam lingkungan produksi.
Windows 7 sangat stabil dibandingkan dengan Ubuntu 11.04, begitu baik dan cocok untuk lingkungan produksi.
Drivers Compatibility
Ubuntu memiliki banyak masalah kompatibilitas ketika terhubung ke device driver, misalnya driver Graphics Card, driver Webcam …
Semua produsen perangkat lunak merilis driver untuk Windows 7 sehingga tidak pernah ada masalah kompatibilitas.
Waktu Start Up
Lebih cepat
Agak lambat

·         perbandingan perintah dasar linux dan windows

Penulis sekedar mau memperkenalkan linux kepada teman-teman di adsense-id. Diawali dengan mengenal perintah-perintah dasar linux. Kenapa Linux, karena linux merupakan Sistem operasi open source yang bebas di pergunakan dan distribusikan.

Perbandingan perintah-perintah dasar Windows dan Linux:
1. lihat isi direktori atau folder
windows: dir
linux : ls
2. membuat folder atau direktori
windows : mkdir
linux : mkdir
3. pindah direktori atau folder
windows : cd
linux : cd
4. membersihkan tulisan pada layar
windows:cls
linux : clear
5. hapus direktori atau folder
windows:rd
linux :rm
6. mengcopy suatu file
windows:copy
linux :cp
7. mengcut atau move file
windows:move
linux :mv
8. hapus file
windows :del
linux :rm

Perbedaan Antara PC-BSD linux dan Microsoft Windows

eperti yang telah Anda ketahui, PC-BSD merupakan sistem operasi yang berbeda dibandingkan Microsoft Windows. Mari kita lihat sejumlah persamaan dan perbedaan antara PC-BSD dan MS Windows.
Persamaan yang ada:
• Keduanya menyediakan antar muka grafis yang mudah digunakan dan PC-BSD dapat dibuat sama dengan kemampuan grafis yang sama seperti halnya pada Windows
• Keduanya memiliki kemampuan konektifitas Internet yang baik (IPv4 dan IPv6)
• Keduanya memiliki koleksi aplikasi yang sangat banyak. Sebagai contoh, koleksi port FreeBSD saat ini lebih dari 22,000 aplikasi yang telah disesuaikan untuk FreeBSD
• Keduanya dapat merambah dan berbagi sumber daya jaringan Windows seperti berbagi folder dan printer.
• Keduanya dapat menangani audio/video, memainkan CD/DVD serta dapat digunakan untuk pengolahan kata, penyuntingan foto, database, dan lain-lain.
• Menginstal perangkat lunak sangat mudah, cepat dan gampang.

Namun, terdapat pula perbedaan yang mendasar:
• PC-BSD tidak dikenai biaya dan source code-nya bebas untuk dilihat dan diambil
• Komputer PC-BSD tidak akan menjadi lambat setelah sekian bulan digunakan
• PC-BSD tidak terpengaruh oleh virus, spyware dan malware lainnya yang menggangu sistem Windows
• PC-BSD tidak selalu memiliki driver atau mendukung perangkat keras terbaru atau yang tidak terkenal
• PC-BSD memiliki akses ke perangkat lunak FreeBSD dan Linux disamping memiliki perpustakaan PBI sendiri.
• Versi PC-BSD saat ini membutuhkan sedikit sumber daya dibandingkan Windows versi terbaru.
• Hard drive atau partisi yang diinstal PC-BSD tidak perlu disusun (defragmented)
• Seperti halnya Unix atau sistem operasi seperti-Unix lainnya, Anda memiliki kontrol yang lebih terhadap sistem Anda dibandingkan di Windows.

Perbandingan Linux Opensuse dan Windows


Web Server Apache / Tomcat / LAMP SLES dilengkapi dengan web server Apache lengkap termasuk database MySQL dan Perl pendukung skrip-skrip. Apache / Tomcat / lamp berlangsung sekitar 75 persen dari situs web di dunia. Ketersediaan Tinggi Clustering Open SUSE Linux Enterprise Desktop – menggiring Ia menemukan bahwa dalam pembukaan pertama, butuh waktu sekitar satu jam untuk merasa nyaman dengan kinerja operasi serupa di Windows. Antarmuka pengguna grafis untuk SLED dirancang dengan pengaturan yang sama, tetapi tidak identik, sebagai sistem operasi pengguna Windows yang paling nyaman.
SLED sistem operasi dapat mengurangi total biaya kepemilikan karena dilengkapi dengan office suite yang lengkap – versi Novell dari OpenOffice yang lebih lebar dari OpenOffice yang normal. Meskipun beberapa masalah kompatibilitas telah muncul dalam beberapa tahun terakhir, seperti spreadsheet atau macro, Novell telah membuat langkah besar dalam arah dari masalah ini.saya sebagai pengguna linux opensuse,terkadang masih merasa kurang nyaman karena beberapa aplikasi yang saya butuhkan tidak kompatible.tapi masih bisa diatasi dengan menggunakan aplikasi serupa dan tentunya yang bisa kompatible.
Perbandingan Open Suse Linux dengan Windows adalah disangkal bahwa harga Open Suse Linux akan menghemat uang Anda. Ini akan menghemat server dan sisi desktop. Realitas dunia nyata menunjukkan di mana sebagian besar ruang memiliki persyaratan khusus untuk Windows, sehingga sebagian besar windows akan tetap menjadi OS keharusan.
Linux Open Suse memiliki paket yang tersedia untuk rilis 11.0. Ada yang lain Windows / Linux program kompatibilitas. Tetapi juga mempertimbangkan bahwa dunia nyata akan datang ke titik di mana beberapa program yang kita cintai. Windows tidak bekerja di Vista, program Vista tidak akan bekerja pada Windows 2000 atau XP atau beberapa kombinasi. Dalam perekonomian ini, pilihlah yang lebih murah bahkan gunakan yang opensource untuk menunjnag kebutuhan TI.selain free,kemampuannya tidak kalah hebatnya dengan yang berbayar.

Mengenal Partisi GNU/Linux Ubuntu

Jenis Partisi GNU/Linux Ubuntu

Dilingkungan GNU/Linux dan sistem komputer umumnya dikenal tiga jenis partisi yaitu:

Partisi Primary

Jenis partisi ini merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk system operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi, hal ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis partisi primary untuk system. Jenis partisi ini menempati nomor partisi 1, 2, 3 dan 4. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda4.

Partisi Extended

Merupakan partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan partisi primary dimana hanya dimunkinkan adanya 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4 maka partisi extended dibutuhkan yaitu dengan cara mengorbankan satu jenis partisi primary kemudian digunakan oleh partisi extended. Didalam partisi extended ini nantinya dibuat partisi logical untuk mendapatkan partisi yang lebih banyak.
Partisi extended tidak dapat digunakan menyimpan data. Partisi jenis ini selalu menempati nomor partisi +1 dari partisi primary. Misalnya ada 2 jenis partisi primary di harddisk sda maka posisi partisi extended adalah sda3.

Partisi Logical

Jenis partisi logical selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi selalu mulai dari 5 sampai seterusnya. Misalnya ada 3 jenis partisi logical di sda maka masing-masing menempati sda5, sda6 dan sda7. Pada penjelasan diatas digunakan jenis harddisk SCSI dimana harddisk SATA termasuk jenis ini di Ubuntu. Penamaan harddisk IDE tidak dibahas disini karena Ubuntu membaca harddisk sebagai SCSI.

Perbandingan tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows

Terpaksa harus membahas jenis partisi DOS/Windows dengan asumsi kebanyakan dari kita sudah terlanjur dari lingkungan tersebut. So enjoy sajalah.

Tabel Partisi GNU/Linux

Tabel Partisi GNU/Linux
Contoh kasus harddisk posisi sda.
- Partisi Primary ada 3 yaitu sda1, sda2 dan sda3
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda4 (bawah sda5, sda6, sda7)
- Partisi logical ada 3 yaitu sda5, sda6 dan sda7


Tabel Partisi DOS/Windows

Tabel Partisi DOS/Windows

Contoh kasus harddisk yang dibuat dari DOS/Windows.
- Partisi Primary ada 1 yaitu drive C
- Partisi Extended tidak terdefinisikan di abjad
- Partisi logical ada 3 yaitu drive D, drive E dan drive F

Jika diterjemahkan ketabel partisi GNU/Linux informasinya sebagai berikut:
- Partisi Primary ada 1 yaitu sda1
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda2
- Partisi logical ada 3 yaitu sda5, sda6 dan sda7

Perbedaan utama antara tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows terletak pada jumlah partisi primary yaitu system DOS/Windows hanya memiliki satu jenis partisi primary sedangkan GNU/Linux bisa 4 jenis partisi primary.

Alokasi Partisi Ubuntu

Setelah mengenal jenis partisi di GNU/linux harusnya membaca tabel partisi sudah ada gambaran umum dan itu merupakan bekal agar anda tidak kehilangan data ketika melakukan partisi saat proses instalasi Ubuntu. Sangat disarankan sebelum melakukan partising sebaiknya dan seharusnya data-data penting diharddisk dibackup kemedia lain semisalnya CD/DVD untuk menghindari kehilangan data yang banyak dialami oleh pemula.
Untuk proses instalasi Ubuntu, dibutuhkan minimal dua partisi kosong untuk alokasi partisi yaitu partisi / (baca root) dan swap.
/
Merupakan partisi system utama Ubuntu, mudahnya jika anda menginstall Windows maka / adalah drive C. Untuk space Ubuntu desktop direkomendasikan 4GB dengan asumsi untuk system saja.
Swap
Merupakan partisi yang disiapkan sebagai cadangan ketika memory komputer full maka sebagian pekerjaan dialihkan ke swap ini. Swap secara teori 2xspace RAM. Ini berlaku saat RAM maksimal 512MB, jaman sekarang 1024MB untuk swap sudah termasuk besar sekali.
Dengan kedua partisi diatas maka Ubuntu sudah memenuhi kriteria untuk diinstall dikomputer masing-masing. Berikut tabel partisinya..
Partisi Ubuntu

Kedua partisi menggunakan jenis partisi primary.

sda1                                       swap
sda2        mount point           /
Pertanyaan berikutnya drive D buat data di Ubuntu mana?
Dasar Windows minded.. :)

Jika kebutuhan anda senang dengan membangi-bagi partisi sesuai kegunaannya di Ubuntu bahkan lebih fleksibel. Setiap direktori dibawah / misalnya /boot, /home, /var dan lainnya bisa dibuatkan partisi sendiri. bahkan anda bisa membuat partisi /data sendiri. Yang perlu diperhatikan hanyalah mount point dari masing-masing partisi.
Mount Point adalah titik mount yaitu partisi dikaitkan dipoint tertentu seperti /data, /media/cdrom dan sejenisnya.
Misalnya saya membutuhkan partisi sendiri untuk /home dan /data, dimana /home dialokasikan untuk mengamankan data-data user dan /data digunakan untuk menyimpan data-data yang bisa diakses oleh semua user. Untuk lebih jelaskan saya buatkan tabel partisi seperti dibawah ini.
Partisi costomize

Semua partisi menggunakan jenis partisi primary.

sda1                                      swap
sda2        mount point           /
sda3        mount point           /home
sda4        mount point           /data
Untuk besar space alokasi partisi sesuai kebutuhan saja, tidak ada patokan khusus yang direkomendasikan.
Dua contoh diatas kondisinya jika harddisk semua dialokasikan untuk Ubuntu. Bagaimana jika saya ingin Windows tetap ada? :-) Jawabannya sangat mudah, korbankan sebagian space harddisk anda untuk ditempati ubuntu. Umumnya komputer Windows terdiri dua partisi yaitu C dan D. Jika ada partisi E maka lebih baik mengorbankan partisi tersebut jika spacenya cukup besar partisi E yang diresize. Kesimpulannya gunakan partisi logical terakhir untuk menginstall Ubuntu jika anda masih sayang sama Windows. Seperti contoh kasus dibawah ini..
Partisi Windows & GNU/Linux

Untuk alasan fleksibelitas korbankan sebagian space partisi D untuk Ubuntu dengan cara rezise partisi menggunakan disk manajemen bawaan windows ataupun software semisal partition magic. Tabel partisi yang terbentuk nantinya sebagai berikut:

Partisi Windows & GNU/Linux

Keterangan tabel partisi.

sda1        C Windows
sda2        Extended
sda5        D Windows
sda6        swap
sda7        /

Menyiapkan Partisi untuk Ubuntu

Pembahasan point 1, 2 dan 3 diatas sebagai pengantar teori saja agar anda bisa memahami partisi yang ada dikomputer sendiri. Konsepnya sangat sederhana, siapkan satu partisi kosong untuk membuat partisi yang akan ditempati swap dan / yang akan dibuat saat proses instalasi Ubuntu.
Pilihan menggunakan aplikasi manajemen partisi apapun kembali kepilihan masing-masing karena harus dieksekusi di Windows sebagai wilayah kerja anda saat ini. Jika disk manajemen bawaan Windows yang anda install tidak mendukung resize partisi saya pribadi menggunakan EASEUS Partition Master yang versi Home Edition. Jenis ini free digunakan sampai tulisan ini dibuat.
Partisi Windows Yang Telah Dikosongkan

Kosongkan saja partisi untuk Ubuntu seperti gambar diatas. Selanjutnya anda bisa menginstall Ubuntu yang nantinya ditempatkan dipartisi kosong tersebut. Jika anda ingin mencoba menggunakan aplikasi manajemen partisi bawaan Ubuntu (Gparted) di mode live CD yang dibahas di bagian Instalasi Ubuntu Desktop 10.04 LTS.







·         PERBANDINGAN FILE MANAGEMENT DI LINUX DAN WINDOWS

Apa perbedaan manajemen berkas (file) antara Linux dengan Windows? Saya coba menuliskannya sekilas.
Terlebih dahulu kita lihat apa yang ada di Windows.
Jalankan Windows XP. Lalu kita buka program file management yang bernama Windows Explorer. Perhatikan kolom bagian kiri. Secara default (keadaan semula) terdapat struktur penataan data-data dalam bentuk folder kuning, simbol layar komputer, dan tong sampah. Coba perhatikan nama-namanya. Paling atas adalah “Desktop” bersimbol papan biru, ada “anaknya” (dibawahnya) empat jenis manajemen file yaitu “My Documents” bersimbol folder kuning, “My Computer” bersimbol monitor, “My Network Places” bersimbol monitor dan globe, dan “Recycle Bin” bersimbol tong sampah.



Saya jelaskan satu-persatu. “Desktop” adalah nama layar utama komputer kita. Lalu “My Documents” adalah tempat kita menyimpan data atau file-file pribadi, serta berbagai konfigurasi layar pribadi kita. Perlu diketahui, dalam Windows XP yang bisa memuat banyak user, diperlukan setting yang berbeda-beda pada masing-masing user. Itu pula yang menyebabkan isi “My Documents” dari setiap pengguna berbeda-beda, walaupun dalam komputer yang sama. Yang berikutnya “My Computer”, isinya bermacam-macam tempat penyimpanan semisal disket, harddisk, dan CD-drive. “My Network Places” berisi file-file milik komputer lain yang bisa kita akses melalui jaringan. Sedangkan “Recycle Bin” isinya data-data atau file-file tidak terpakai (telah dihapus) yang bisa didaur ulang.

Sayangnya gambar penataan yang kita lihat di Windows Explorer ini dapat membuat kita bingung untuk mempelajari struktur penataan file yang sebenarnya. Mungkin karena pihak pembuat Windows ingin mempermudah konsumen untuk pemakaian fitur-fiturnya.
Karena “Desktop” berada di struktur tertinggi, mungkin kita mengira bahwa “Desktop” adalah pusat semua pengendalian sistem. Padahal pusat sistem yang sebenarnya adalah di drive [C:]. Di Windows Explorer ditulis dengan label “Local Disk (C:)” atau “nama_buatan_anda (C:)”. Jadi hirarki yang tertinggi seharusnya bukan “Desktop”, melainkan drive [C:]. Drive [C:] ini adalah tempat system pertama kali di-install dan sebagai pusat sistem operasi. Juga sebagai tempat penginstalasian program-program aplikasi jika memilih opsi default.
My Documents yang terlihat di bawah “Desktop” sebetulnya bertempat di bawah drive [C:]. Coba kita buka struktur My Computer > Local Drive (C:) > Documents and Settings > “nama user kita” > My Documents. Isinya sama dengan My Documents yang di atas kan?!



Bagi Anda yang pernah belajar sistem operasi DOS, maka hal ini akan mudah Anda pahami. Sebab penataan data di dalamnya hanya terdiri dari drive [A:], [B:], [C:], [D:], dan seterusnya.
Nah, kita pahami saja drive [C:] terlebih dahulu. Insya Allah kita akan lebih mudah memahami struktur file yang ada di Linux.
Drive [C:] berisi direktori-direktori (folder-folder) penting, tiga di antaranya: “Documents and Settings”, “Program Files”, dan “WINDOWS”.

==========================================================

Drive[A:]
Drive[C:]

———>Documents and Settings —–> {file2 setting dan data pribadi users, termasuk administrator}
———>Program Files —–> {file2 program tambahan yang telah diinstalasi}
———>WINDOWS —–> {file2 program dasar bawaan Windows)

Drive[D:]
Drive[E:]

===========================================================

Walaupun perangkat-perangkat penyimpanan data (storage devices) dikendalikan dari [C:], tetapi pembuatnya (Microsoft)menuliskannya sejajar dengan [C:], tidak di bawahnya. Contohnya drive [A:] untuk disket, drive [D:] untuk harddisk partisi/bagian kedua, drive [E:] untuk CD-drive, dan drive [F:] untuk flashdisk.
(Catatan: Untuk huruf pada CD-drive dan flashdisk bisa berbeda-beda tergantung pada hardware komputer Anda.)

Secara manual, penulisan directori di Windows menggunakan backslash (\). Contohnya apabila kita akan menuliskan direktori Samosir di bawah Documents and Settings, maka penulisannya adalah: C:\Documents and Settings\Samosir\

Di Linux, struktur penataan file-nya berbeda dengan Windows. Struktur tertinggi di Linux adalah “root-directory” yang disimbolkan dengan slash [/], bukan drive [C:\]. Di bawah “root-directory” terdapat direktori-direktori penting, empat di antaranya:
home/, root/, usr/, dan media/.

==============================================================

[/]

—-> home/ ———> {file2 setting dan data pribadi para pengguna (users)}
—-> root/ ———-> {file2 setting dan data pribadi “root-user” (administrator)}*
—-> usr/ ———-> {file2 program aplikasi}
—-> media/ ———-> {file2 akses dari alat penyimpanan (storage devices)}**

==============================================================

*(Catatan: ada beberapa distribusi GNU/Linux yang memasukkan direktori user root/ ke bawah direktori home/)
**(Untuk distribusi GNU/Linux yang tidak mengaktifkan storage device secara otomatis, direktori yang sering dipakai adalah mnt/)

HATI-HATI!
Penyebutan “root-directory” berbeda dengan “root” saja. “Root-directory” adalah direktori tertinggi dari sistem komputer. Sedangkan “root” artinya user bernama “root” yang di Windows sering disebut “administrator”.

Perhatikan, direktori tempat mengakses storage devices tidak ditempatkan sejajar dengan “root-directory”[/], tetapi di bawahnya. Kedudukannya dibuat menjadi “anaknya root-directory”, bukan “saudaranya”. Berbeda dengan Windows yang “root-directory”-nya sejajar/setara dengan storage devices. Seolah-olah jabatan [A:\], [D:\], dan [E:\] setara dengan [C:\]

Penulisan direktori-direktori Linux secara manual juga berbeda dengan Windows. Ketika saya ingin menuliskan direktori Samosir di bawah home/ maka saya harus menuliskannya dengan: /home/Samosir/
Garis miring (slash) yang pertama adalah “root-directory”. Garis miring yang kedua mengikuti penulisan direktori home/. Dan garis miring yang terakhir mengikuti penulisan direktori Samosir/. Garis miring di belakang suatu teks selalu menandakan bahwa teks itu adalah nama direktori.

Sebetulnya ada banyak direktori penting di bawah “root-directory” [/], saya hanya menyebutkan empat saja agar memudahkan perbandingan terhadap Windows.




Ubuntu dan keluarganya (termasuk Edubuntu yang saya pakai) adalah distribusi GNU/Linux yang memakai Nautilus sebagai program manajemen file-nya. Tetapi bila kita baca pada nama jendelanya dituliskan sebagai “File Browser”.
Di situ terdapat penataan file yang dibuat seperti Windows Explorer. Perhatikan gambar screenshot di bawah ini. Saya menge-klik kolom kiri kepada teks direktori “File System” sehingga berwarna jingga. Lalu perhatikan pada judul jendela yang berwarna merah. Di situ otomatis menampilkan judul: “/ - File Browser”. Itu artinya “File Browser” sedang menampilkan “root-directory” alias slash (/).



nautilus

Di program manajemen file ini tidak menampilkan struktur direktori “Desktop” seperti yang ada di Windows Explorer. Direktori “File System” (/) bisa diumpamakan drive [C:] di Windows Explorer. Direktori “Home Folder” dapat diserupakan dengan “My Documents”. Sedangkan direktori bernama “1PRIMARY…”, “7DATA…”, “DATA…”, dan “NT”, mereka bisa diserupakan dengan storage device di Windows Explorer seperti [A:], [D:], [E:] dan sebagainya. Kenapa kok storage device-nya namanya aneh-aneh? Ah, itu kan nama buatan saya. Aslinya bukan itu. Kalo gak salah (lupa2 ingat), aslinya “linux1”, “linux2”, “windows1”, dan “windows2”. Bukan “1PRIMARY…”, “7DATA…”, bla bla bla…

Perbandingan kecepatan pembacaan/pengaksesan berkas antar windows dan linux

 Pernahkan mendengar aplikasi defragment disk pada windows? Ya, Disk Defragmenter berfungsi untuk menganalisa volume drive dan menata ulang semua file dan folder yang ada di drive yang di defrag. Tujuannya adalah supaya semua file dan folder tersebut dirapikan susunannya sehingga sistem dapat lebih mudah dan cepat saat mengakses file dan folder tersebut. Karena memerlukan defragment berarti  file pada Windows terpecah-pecah atau mengalami fragmentasi dan semakin lambat pula mengakses suatu data. Dengan Linux, ini tidak akan terjadi.Karena di Linux anda memang tidak perlu men-defrag hard disk. Mengapa Windows memerlukan Defrag sementara Linux tidak?

Cara pengelolaan hard disk di Linux yang berbeda dengan Windows lah yang menyebabkan perbedaan mencolok ini. Windows mengelola hard disk dengan menggunakan dua macam format, yaitu FAT dan NTFS. Format FAT digunakan pada Windows 9x ke bawah (termasuk DOS), sedangkan NTFS digunakan pada Windows NT/2000/XP dan versi yang lebih baru. Linux menggunakan format yang berbeda, mulai dari Ext2, meningkat menjadi Ext3, dan kini bahkan sudah menjadi Ext4.




Pengelolaan hardisk di linux yang lebih unggul dan tentunya lebih cepat dalam mengkases berkas karena tidak perlu melakukan defragment terhadap data yang terpecah-pecah seperti pada windows.Contoh gambaran sederhana mengenai pengelolaan hardisk pada linux:

Ketika rak baru diisi, maka semua data tentu akan ditempatkan berurutan. Seluruh letak data pada rak dicatatnya pada sistem jurnal yang diletakkan pada awal rak. Ketika ada data yang keluar atau dihapus, dia akan mencatat besarnya ukuran rak yang kosong akibat data yang dihapus tadi. Ketika masuk data yang baru, dia akan memeriksa besarnya data, lalu memeriksa sistem jurnalnya untuk mencari rak kosong yang cukup untuk menampung seluruh data dalam rak yang berdampingan, dan disanalah data tersebut akan diletakkan. Dengan cara ini, data tidak akan pernah berada dalam keadaan terpecah-pecah, dan tentu saja akan mudah menemukan data dengan lebih cepat.

  • Perbandingan PenggunaanSwap Pada Windows dan Linux
ALAT UJICOBA
Pada ujicoba ini digunakan beberapa komputer dengan spesifikasi sebagai berikut :
Personal Komputer
Sistem operasi : Windows 98
Spesifikasi hardware :
• Processor : AMD Athlon(tm) Processor 908 MHz
• Memori : 128 MB
Server Refti Intranet
Sistem Operasi : Mandrake Linux 8.1
Spesifikasi hardware :
• Processor : Intel Pentium III 650 MHz
• Memori : 196 MB
• Swap : 256 MB
Server intranet.ugm.ac.id
Sistem Operasi : Rethat linux 7.3
• Processor : AMD Athlon(tm) 1.5 GHz Dual Processor
• Memori : 2 GB
• Swap : 512 MB
HASIL UJICOBA
Ujicoba PC dengan Windows 98
Pada Windows 98 swap berupa file dengan nama c:¥windows¥win386.swp dengan ukuran tak terbatas (tergantung
alokasi partisi untuk Windows). Software yang digunakan untuk mengamati sistem ini adalah Norton Utilities dan
System Monitor Bawaan Windows 98.
Pada Windows 98, yang diuji memiliki kapasitas swap yang bisa digunakan maksimal adalah 2156 MB.
Ketika Windows menjalankan program Zannet, Yahoo Messenger, Intebase Server, Norton Protection, Putty,
MSIE, memori fisik yang digunakan sebesar 120 MB dan sudah ada sekitar 18 MB masuk ke swap.
Pada percobaan ini diperoleh bahwa Windows melakukan swapping apabila memori fisik sudah hampir mendekati
100 persen dari kapasitasnya. Pada percobaan ini tidak dapat diperoleh penggunaan swap ketika windows berjalan
dengan memori tersisa banyak, karena tidak adanya komputer Windows yang bisa digunakan untuk ujicoba hal
tersebut.
Monitoring dengan










Windows ketika menjalankan aplikasi berat
Windows menggunakan swap walaupun alokasi memori masih banyak. Ketika dijalankan program Adobe
Photoshop 7.0 dan Macromedia Fireworks MX, yang terjadi adalah memori fisik terisi mendekati penuh dan
kebutuhan memori yang lain dialokasikan ke swap, sehingga terlihat bahwa ukuran swap semakin besar, seperti
terlihat pada gambar. Besar swap yang digunakan sama dengan besar file win386.swp.
Pada linux digunakan perintah top untuk mengetahui penggunaan sistem di komputer tersebut.
Pada komputer Linux dengan spesifikasi biasa menghasilkan data sebagai berikut :
99 processes: 97 sleeping, 2 running, 0 zombie, 0 stopped
CPU states: 0.0% user, 92.4% system, 0.0% nice, 7.5% idle
Mem: 191140K av, 185784K used, 5356K free, 1304K shrd, 37004K buff
Swap: 257000K av, 1820K used, 255180K free 73828K cached
Terlihat bahwa ketika memori yang tersisa kurang dari sekitar 10 MB, maka memori akan dialokasikan ke swap.
Proses yang masuk ke swap adalah proses-proses yang memiliki prioritas paling rendah.
Beda halnya dengan server yang memiliki memory yang besar, maka swap yang digunakan adalah nol. Hasil dari
perintah top di server intranet.ugm.ac.id adalah :
62 processes: 61 sleeping, 1 running, 0 zombie, 0 stopped
CPU0 states: 0.0% user, 0.0% system, 0.0% nice, 100.0% idle
CPU1 states: 0.0% user, 0.1% system, 0.0% nice, 99.4% idle
Mem: 2065212K av, 829448K used, 1235764K free, 0K shrd, 47660K buff
Swap: 506036K av, 0K used, 506036K free 412348K cached
Terlihat bahwa karena sisa memori sangat besar, maka swap sama sekali tidak digunakan.





















No comments: